Pesona Keindahan dan Mistisnya Gunung Lawu

  • 23 Okt 2025 10:26 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Gunung Lawu tak hanya dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, tetapi juga sebagai destinasi pendakian yang sarat akan keindahan alam dan nuansa spiritual. Salah satu jalur favorit para pendaki adalah jalur Candi Cetho, yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dengan ketinggian mencapai 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Lawu menawarkan pengalaman pendakian yang lengkap: mulai dari udara sejuk pegunungan, pemandangan hutan pinus yang memesona, hingga kabut tipis yang menyelimuti jalur setapak. Jalur Candi Cetho dikenal sebagai salah satu jalur pendakian yang paling mistis namun juga paling indah.

Pendakian dimulai dari kawasan Candi Cetho, candi Hindu peninggalan Majapahit yang berdiri megah di ketinggian sekitar 1.496 mdpl. "Nuansa sakral langsung terasa sejak kaki menapakkan area candi, membuat pendakian ini bukan sekadar fisik, tetapi juga menyentuh sisi spiritual, "kata pendaki Lawu Yofa .

Lanjutnya, banyak pendaki melakukan ritual kecil atau sekadar berdoa sebelum memulai perjalanan, menghormati sejarah dan budaya yang melekat di kawasan ini. Jalur Cetho terkenal memiliki trek yang panjang dan cukup terjal.

Setidaknya terdapat 5 pos yang harus dilewati sebelum mencapai puncak Hargo Dumilah, puncak tertinggi Gunung Lawu. Setiap pos menawarkan pemandangan yang berbeda, mulai dari hutan, padang ilalang, hingga bebatuan khas gunung tinggi.

Beberapa titik populer di jalur ini antara lain:

Pos Cemoro Dowo: gerbang masuk hutan yang dipenuhi pohon rimbun.

Savana Pasar Dieng: hamparan rumput luas yang menyerupai padang, sering dijadikan tempat mendirikan tenda.

Watu Gedhe dan Gupakan Menjangan: lokasi dengan formasi batu alam yang unik dan menjadi spot foto favorit para pendaki.

Untuk mendaki via Cetho, pendaki harus mendaftar melalui sistem booking online dan melakukan registrasi di basecamp resmi. Tiket masuk berkisar antara Rp20.000 – Rp25.000 per orang. Pendaki juga diwajibkan membawa perlengkapan pribadi lengkap dan menjaga kebersihan selama pendakian.

Musim kemarau, antara bulan Juni hingga Oktober, menjadi waktu terbaik untuk mendaki karena cuaca relatif bersahabat. "Asyik saat-saat ini untuk mendaki pas," ucap Yova.

Gunung Lawu via Cetho bukan hanya tempat untuk mencari puncak, tapi juga ruang untuk menemukan diri sendiri di tengah heningnya alam. Jalur ini cocok bagi pendaki yang mencari ketenangan, tantangan, dan keindahan alam dalam satu paket perjalanan.(Yova/Magang/Aditya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....