Mendaki Gunung Merbabu Via Jalur Gancik

  • 22 Okt 2025 09:15 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Merbabu adalah gunung stratovolcano dengan ketinggian puncak utamanya mencapai sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut. Untuk mendaki butuh kewaspadaan dan hati-hati, serta mengikuti petunjuk, termasuk lewat jalur Ganjik.

Di antara berbagai jalur pendakian menuju Puncak Gunung Merbabu (3.145 mdpl), Jalur Gancik, yang terletak di Dusun Selo Nduwur, Desa Selo, Boyolali, menawarkan sensasi berbeda bagi para pendaki. "Jalurnya punya sesuatu yang beda, tantangannya, sensasi, alamnya, cepet juga lewat jalur Ganjik ndaki Merbabu, " kata Salah satu pecinta alam Dewinta.

Secara administrasi jalur Gancik belum tercatat sebagai jalur resmi di bawah Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM). Sering disebut sebagai jalur evakuasi atau jalur lokal, namun sering jadi pilihan populer karena dikenal sebagai salah satu rute tercepat untuk mencapai sabana dan puncak.

Dikutip dari akun instagram @basecamp_ganjik, perjalanan dari basecamp hingga puncak Merbabu melalui jalur Gancik,

Basecamp Gancik: Pemanasan di Jalur Cor Semen

Perjalanan dimulai dari Basecamp Gancik. Para pendaki wajib melakukan registrasi di sini. Keunikan awal jalur ini adalah adanya layanan ojek yang dapat mengantar pendaki hingga ke Pos 1, membantu memangkas waktu dan tenaga di awal pendakian.

Basecamp Menuju Hill Top/Pos 1 (± 1.5 - 2 Jam Jalan Kaki / ± 15 Menit dengan Ojek):

Jalur awal didominasi oleh jalanan cor semen yang menanjak cukup curam. Rute ini berfungsi sebagai pemanasan yang menguras tenaga.

Pendaki akan melewati area perkebunan warga sebelum memasuki kawasan hutan pinus.

Pos 1 Hingga Pos 3: Memasuki Kawasan Hutan

Setelah tiba di area Pos 1 (atau dikenal sebagai titik akhir ojek), jalur mulai berubah menjadi tanah setapak yang dikelilingi vegetasi hutan pinus dan pepohonan yang lebih rapat.

Pos 1 ke Pos 2 (± 1.5 - 2 Jam):

Medan mulai landai di beberapa bagian (bonus) tetapi didominasi tanjakan.

Pendaki disuguhi pemandangan lepas ke arah Gunung Merapi jika cuaca cerah.

Pos 2 ke Pos 3 (± 1 Jam):

Jalur semakin menanjak dan biasanya lebih licin. Diperlukan kehati-hatian ekstra.

Pos 3 menjadi titik penting karena di sinilah jalur Gancik akan bertemu (bergabung) dengan Jalur Resmi Selo. Setelah titik ini, rute pendakian akan mengikuti jalur resmi Selo menuju sabana.

Pos 3 Menuju Puncak: Sabana dan Summit Attack

Setelah bergabung dengan jalur Selo, fokus pendakian beralih ke area terbuka yang menjadi ciri khas Merbabu.

Pos 3 ke Sabana 1 (± 1 Jam):

Jalur mulai terbuka, didominasi padang rumput dan tanaman edelweis (tidak boleh dipetik).

Sabana 1 adalah area yang sangat populer untuk berkemah (camp area). Pemandangan sunset di sini sangat memukau dengan latar Gunung Merapi.

Sabana 1 ke Sabana 2 (± 30 Menit - 1 Jam):

Jalur pendakian yang relatif pendek dan masih berada di area padang rumput luas. Sabana 2 juga merupakan camp area favorit dan titik ideal untuk memulai summit attack.

Summit Attack (Sabana 2 ke Puncak Kenteng Songo - ± 1.5 - 2 Jam):

Ini adalah bagian tersulit. Pendaki harus melewati tanjakan terjal, berbatu, dan berpasir, yang sering disebut-sebut sebagai 'tanjakan penyesalan'.

Tantangan tanjakan ini akan berakhir di area puncak.

Puncak Triangulasi (3.142 mdpl) dan Puncak Kenteng Songo (3.148 mdpl) adalah tujuan akhir. Pendaki disarankan tiba sebelum matahari terbit untuk menikmati golden sunrise yang legendaris, melihat lautan awan, serta barisan gunung Jawa Tengah.

Secara total, estimasi waktu pendakian naik melalui jalur Gancik ini berkisar antara 8 hingga 9 jam hingga ke puncak. Meskipun relatif lebih cepat dan mudah diakses, pendaki diimbau untuk selalu mempersiapkan diri secara fisik, membawa perbekalan yang cukup (terutama air, karena sumber air terbatas), dan menyadari status jalur yang belum resmi dari BTNGM. (Dewanti/Aditya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....