BTMX di-Solo, Hadirkan 100 Bayer Domestik dan Manca
- 18 Okt 2025 22:18 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi (BPPD) Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar event Borobudur Travel Mart and Expo ( BTMX ) 2025 di The Sunan Hotel Solo pada Rabu – Kamis (22 - 23 /10/2025).
Ketua BPPD Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Borobudur Travel Mart and Expo BTMX 2025, Ari Martanto dalam siaran persnya di salah satu rumah makan di Solo,Jumat (17/10/2025) mengatakan Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan para pelaku bisnis pariwisata (Seller) dari Jawa Tengah dengan para agen perjalanan (buyer) dari dalam serta luar negeri dalam format Business to Business (B2B).
" BTMX 2025 adalah kegiatan promosi pariswisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah yang mempertemukan seller pelaku industry pariwisata ekonomi kreatif dengan buyer baik dari dalam maupun luar negeri ," kata Ari
BTMX 2025 akan mengundang 100 buyer pelaku pariwisata dan travel agen dari Jawa Tengah, DIY, Jatim, Jabar, Jakarta, Bali, Banten, Lombok dan juga diminati Buyer dari Malaysia. Juga sebanyak 50 seller dari pelaku industri pariwisata Jawa Tengah dan pelaku Pariwisata Provinsi lain di indonesia.
Pada Kegiatan tersebut Semua buyer difasilitasi mulai akomodasi dan transportasi selama kegiatan berlangsung. Nantinya para buyer terutama yang berasal dari luar provinsi akan diajak mengunjungidestinasi wisata seperti Loji Gandrung, Pasar Gede, Musium Keris dan lainnya.
Tahun ini BTMX mengusung tema 'Travel Mart and Expo: Perkuat Promosi Pariwisata dan Ekonomi Daerah' Selain mempertemukan pelaku bisnis wisata acara juga menampilkan expo yang melibatkan 30 pelaku UMKM dan industri kreatif yang berhubungan pariwisata. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum agar mereka dapat mengenal sekaligus membeli produk produk lokal unggulan Jateng.
Sementara dalam kesempatan itu Pengurus BPPD Jateng, Gana Wuntu mengatakan dengan nama Borobudur pada kegiatan ini dipertahankan sebagi ikon utama Pariwisata di Jawa Tengah.
"Sejak 2026 kami menggunakan nama Borobudur Travel Mart untuk mengembalikan citra bahwa Borobudur adalah icon jateng .Tahun tahun berikutnya kami tambahkan unsur expo agar kegiatan ini memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Lanjutnya dari pelaksanan sebelumnya BTMX terbukti menghasilkan transaksi Signifikan. sekitar 50 - 75 persen. Peserta mencatatkan kontrak kerja sama atau appoinment wisata setelah kegiatan berlangsung baik paket wisata kelompok, kegiatan korporate maupun acara pernikahan.(SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....