Kembalikan Fungsi Budaya-Ruang Publik, Segaran Direvitalisasi Pemkot

  • 22 Agt 2025 23:08 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Pemkot Solo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai merevitalisasi Segaran Taman Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. Konsep revitalisasi dengan mengembalikan kawasan seperti pada 1940.

Pantauan RRI, Jumat (22/8/2025), Pemkot Solo mengadakan doa dan selamatan sebelum melakukan pembangunan. Acara itu dihadiri salah satu putri Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, menjelaskan bahwa rencana melakukan revitalisasi kawasan Taman Sriwedari sejak 2017, seperti Gedung Wayang Orang Sriwedari dan Segaran.Namun Rencana itu belum terealisasi karena terbatasnya anggaran.

Kemudian ada perubahan dengan bertambahnya pembangunan Masjid Sriwedari pada 2019.Kemudian ada rencana revitalisasi dimulai pada 2022 dengan alokasi APBD sebanyak Rp2 miliar. Tetapi rencana itu tak terwujud karena ada refocusing anggaran.

“Baru tahun ini kami memulai di Segaran. Alasan Segaran dulu, salah satunya kemampuan finansial Pemkot Solo hanya ada Rp2 miliar. Gedung Wayang Orang belum cukup, ruang terbuka hijau belum cukup, paling mendekati angkanya ya Segaran ini,” kata dia kepada wartawan di Taman Sriwedari, Solo, Jumat (22/8/2025).

Dia mengatakan sudah berkomunikasi dengan semua pihak terkait revitalisasi Segaran mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Keraton Solo, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. DPUPR Solo mengembalikan kawasan Segaran seperti pada 1940.

“Apa yang harus tetap kami pertahankan, ada barang yang hilang harus ada lagi sesuai kajian, termasuk vegetasi yang dulu enggak ada kami hilangkan, yang dulu ada tetapi sekarang enggak ada kami kembalikan. Secara fungsi juga sama ada Penti Pengasih [pendapa di Segaran] nanti kami kembalikan sesuai referensi 1940,” kata dia.

Menurut dia, konsep revitalisasi mengacu pada referensi tahun 1928 sampai 1949. Perubahan banyak terjadi pada 1980,Salah satunya lahan di tengah Segaran. Dalam tahap awal, proyek ini mencakup penggalian material hingga 1800meter kubik serta kawasan seperti jalur air dan sarana pendukung.Menurut dia, pagu anggaran untuk revitalisasi segaran sekitar Rp1,8 miliar.

DPUPR Solo akan melanjutkan revitalisasi kawasan sekitar sebagai pendukung Segaran dengan alokasi Rp1 miliar pada 2026. DPUPR Solo juga akan mengajukan revitalisasi kawasan ke Kementerian Kebudayaan.

Basuki menjelaskan dinasnya berkomunikasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo agar menampilkan atraksi di kawasan Segaran nantinya. Sesuai dokumen, pernah ada pertunjukkan keroncong dan penontonnya menyaksikan dari sekitar Segaran Solo.(SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....