Dongkrak Pariwisata, Bupati Sragen Buka Keran Investor

  • 21 Apr 2025 08:21 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sragen dinilai masih kalah jauh dengan daerah sekitar Soloraya. Oleh sebab itu Bupati Sragen Sigit Pamungkas berupaya membuka keran investasi di bidang pariwisata sebesar-besarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen, Joko Hendang Murdono, tak menampik jika disebut jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Sragen masih tertinggal dibandingkan sejumlah kabupaten sekitarnya. Salah satu penyebabnya lantaran fasilitas yang tertinggal dan tidak menarik.

"Bupati memberikan peluang kerjasama dengan pihak ketiga agar bisa lebih berkembang dan lebih maju karena kalau kita lihat objek wisata yang dikerjakan pihak ketiga kecenderungannya relatif lebih lengkap dan modern," ucap Joko Hendang, Minggu (20/4/2025).

Joko menyoroti beberapa potensi wisata Sragen yang belum optimal. Kawasan Kemukus, misalnya, dinilai kurang ideal untuk wisata keluarga pada siang hari akibat cuaca panas. Selain itu, Kemukus lebih cenderung menjadi destinasi wisata minat khusus.

Kondisi serupa juga terjadi di Bayanan, di mana sarana prasarana dinilai masih minim. Joko menyebutkan bahwa pengelolaan yang hanya mengandalkan pemerintah daerah mengalami keterbatasan. Kolam Renang Kartika juga menghadapi permasalahan serupa.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa Sangiran, sebagai wisata edukasi, memiliki tantangan tersendiri dalam menarik wisatawan untuk berkunjung kembali, kecuali bagi mereka yang memiliki minat khusus untuk studi.

"Salah satu kendala utama pengembangan Bayanan adalah aksesibilitasnya yang jauh dan sulit dari jalan raya," ujarnya.

Joko mengungkapkan bahwa pernah ada investor yang mengajukan proposal untuk menyewa aset dan mengembangkan wahana di Bayanan. Namun, rencana tersebut tidak menemui titik temu akibat pertimbangan biaya sewa aset dan investasi tambahan wahana.

"Sebenarnya kalau dikelola swasta beda dengan yang di pemerintah. Tapi belum ada (investor), kami juga berbagi informasi dengan DPMPTSP (Dinas Perijinan) untuk segala bentuk peluang yang ada," ucap dia.

Disparpora sendiri sempat memfasilitasi pelatihan manajemen pariwisata dengan pihak Lawu Park ke Bayanan, namun belum ada tindak lanjut yang konkret. Dengan berbagai tantangan ini, pengembangan pariwisata di Sragen membutuhkan solusi inovatif dan keterlibatan pihak ketiga untuk mewujudkan potensi yang ada.

"Pelatihan pariwisata manajemen Lawu Park misal ke Bayanan tapi belum ada tindak lanjut. Karena ya akses dari jalan raya jauh dan sulit. Dulu pernah ada yang menawarkan proposal dan sempat jalan kita undang dan dihadirkan untuk sewa menyewa aset, dan menambah wahana yang di sana, tapi juga belum ada serius," katanya menjelaskan.

Data dari Disparpora Kabupaten Sragen mencatat total 12.000 pengunjung di berbagai destinasi wisata selama periode 21 Maret - 7 April 2025. Data tersebut mencakup objek wisata yang dikelola pemerintah daerah dan desa, seperti kolam renang Kartika, Gunung Kemukus, Sangiran, dan Bayanan.

Total pendapatan yang berhasil diraup mencapai Rp127.186.000 per rekap data Senin (7/4). Jumlah itu kalah jauh dengan obyek wisata Sendang Kun Gerit yang dikelola Bumdes dengan kunjungan hampir tiga kali lipat lebih banyak atau tiga puluh ribuan pengunjung.

"Dulu juga ada kerjasama dengan pemerintah pusat dan provinsi khususnya Museum Sangiran dengan BOB (badan otorita Borobudur) kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Karena memang harus ada keterkaitan dengan BOB dengan wisata sekitar." MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....