Wali Kota Solo: Terjadi Pergeseran Market Wisata Selama Libur Lebaran

  • 10 Apr 2025 07:50 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Momentum libur Lebaran IdulFitri 1446 H telah usai, saatnya berbagai pihak melakukan evaluasi. Pemerintah Kota Solo mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat saat momentum lebaran tahun ini.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan kondisi ini bukan sebagai bentuk kelesuan pasar, melainkan dampak dari pergeseran market yang ada di lapangan. Tanpa menyebut angka secara detail, Wali Kota Solo membenarkan adanya penurunan daya beli masyarakat.

“(Penurunan wisatawan saat Lebaran) Ada data masing-masing, memang ada penurunan, tapi market nya juga bergeser. Kalau kelesuan tidak, tetapi marketnya saja bergeser," ujar Respati Ardi, Selasa (8/4/2025).

Ditanya lebih dalam soal penurunan ekonomi yang terlihat di berbagai daerah apakah juga dirasakan di Kota Solo, Respati menilai sebagai pergeseran pasar. Oleh sebab itu meskipun ada penurunan daya beli masyarakat, hal itu tidak dipandang sebagai bentuk kelesuan ekonomi yang ada di daerah.

"Bergesernya gini, Jadi yang dulunya menginap di hotel bintang empat ke atas, sekarang berkurang. Tetapi di waktu bersamaan yang menginap di hotel bintang tiga ke bawah bertambah. Jadi hanya pergeseran saja,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Solo, Gembong Hadi Wibowo mengatakan jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di Kota Solo pada momentum lebaran tahun ini naik sekitar 23 ribu wisatawan atau 7 persen dari tahun lalu.

"Dalam penghitungan hari ke 18 tahun lalu itu 310.529 orang, lha ini hari ke 18 tahun 2025 itu berjumlah 333.732 orang. jadi naik sekitar 23.000 wisatawan atau sekitar 7 persen. Peningkatan paling banyak ya di Taman Balekambang, lalu Keraton dan kampung-kampung wisata," ucap Gembong.

Ia mengatakan tak hanya destinasi wisata yang dipadati pengunjung tapi banyak juga wisatawan lebih memilih untuk ke pusat kuliner.

"Kita amati wisatawan tidak hanya ke destinasi malah banyak ke pusat kuliner atau perbelanjaan. Seperti di Sate Kambing Pak Manto itu banyak, ke Pasar Gede banyak. Kami ingin bisa hitung juga di situ," ucap dia.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno memprediksi adanya penurunan angka mobilitas masyarakat selama Lebaran 2025. Penurunan angka tersebut memberikan dampak pada berkurangnya masyarakat yang datang ke objek wisata atau membuat masyarkat lebih hati-hati dalam mengeluarkan uang dalam berbagai kesempatan.

“Pergerakan masyarakat yang turun saat Lebaran ini tentu berdampak ke segala aspek yang berkaitan. Yang pendapatan minim menunda mudik, yang bisa mudik mengurangi pengeluarannya. Pasti semua akan berdampak ke aspek kehidupan yang lainnya, padahal transportasi ini memegang peranan penting untuk pertumbuhan ekonomi," ucap dia belum lama ini. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....