Sedhah Corner, Inovasi Tas Rajut Pewarna Alam

  • 31 Jan 2026 14:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Inovasi tas Rajut dengan pewarna alam hasil karya Kinanti Sedah Mirah, selaku owner dari Sedah Corner memberikan warna baru pada dunia fashion di Surakarta. Sedhah Corner berfokus pada kerajinan tangan berbahan dasar serat melalui teknik merajut dan makrame yang artistik.

Dalam perbincangan di Obrolan UMKM Santai Siang Pro 2 Solo, Kinanti menjelaskan keunggulan Sedhah Corner terletak pada penggunaan pewarna alami seperti indigofera, mahoni, dan jelawe yang ramah lingkungan. Selain itu, Kinanti memanfaatkan limbah kayu jati dari pabrik furnitur sebagai elemen pendukung produk tas miliknya.

"Jadi aku menggunakan pewarna alami untuk warna-warna tas yang aku produksi, ada juga yang pakai pewarna dari limbah kayu gitu" katanya.

Kinanti menambahkan, bahwa proses pewarnaan alami, terutama warna biru Indigo, membutuhkan perhitungan matematika dan ketelatenan yang sangat tinggi. Perawatan produknya pun khusus, yakni tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari langsung agar warna tetap terjaga.

Sedangkan produk unggulan yang ditawarkan meliputi tas macrame, sandal, hingga aksesoris kecil seperti anting dan kalung unik. Salah satu koleksi andalannya adalah tas rajut yang hadir dengan berbagai pilihan warna alam yang sangat memikat.

Ia juga menceritakan bagaimana awal mula ketertarikannya dalam dunia kerajinan tangan yang digeluti hingga saat ini. Ia mulai mengenal dunia kerajinan sejak kelas 4 SD berkat didikan ibunya yang sangat sabar.

Meskipun keluarganya memiliki latar belakang seni yang beragam, Kinanti memilih jalur spesialisasi mengolah benang menjadi karya fiber. Ketertarikan profesionalnya muncul saat ia duduk di bangku SMA melalui kegiatan Pramuka yang melibatkan teknik tali-temali.

Berbekal ilmu dari jurusan DKV, ia kemudian menyeriusi branding Sedhah Corner hingga memiliki profil perusahaan yang solid. Kinanti membuktikan bahwa hobi masa kecil dapat bertransformasi menjadi bisnis kreatif yang inspiratif dan bernilai ekonomi tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....