Waspada HIV/AIDS, Klaster Lelaki Suka Lelaki Meningkat

  • 02 Des 2025 13:07 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Data terkini dari institusi penanggulangan AIDS di wilayah Soloraya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Terjadi peningkatan signifikan kasus HIV/AIDS, dengan fokus perhatian pada klaster perilaku seks menyimpang, khususnya lelaki suka lelaki (LSL) atau gay.

Otoritas setempat dan organisasi non-pemerintah menyerukan kewaspadaan kolektif untuk membendung laju penularan. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten, Devi Permata Sari,S.Kep,secara aktif mensosialisasikan bahaya HIV dan kewaspadaan terhadap perilaku LGBT, menyusul temuan lapangan yang mencemaskan. “Menurut laporan, temuan kasus HIV dari kalangan gay di Klaten mengalami kenaikan hingga 100 persen dalam periode tertentu,” ujarnya kepada rri.co.id.

KPA Klaten, melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) hingga organisasi wanita, menekankan bahwa fenomena LSL bahkan telah merambah kalangan remaja. Peningkatan ini dianggap berkaitan erat dengan pertumbuhan kasus HIV di wilayah tersebut, yang hingga Mei 2024 telah mencapai 1.459 kasus, didominasi usia produktif (25-49 tahun).

"Kami juga memantau aktivitas grup media sosial yang memfasilitasi perilaku berisiko ini," kata Devi.

Senada dengan Klaten, Yayasan Lentera Solo juga menyoroti pergeseran tren penularan HIV. Ketua Yayasan Lentera Solo, Yunus Prasetyo (Danyunus), menyebutkan bahwa tren penularan kini beralih dari penggunaan narkoba suntik menjadi penularan melalui perilaku seks berisiko, termasuk pada kelompok homoseksual.

Yayasan Lentera menyoroti kerentanan anak muda dan pelajar. "Data di Solo menunjukkan adanya pelajar yang tertular HIV/AIDS, mayoritas dari kalangan LGBT, sehingga perlu edukasi seks yang komprehensif di lingkungan pendidikan," ucap Yunus.

Yayasan Lentera sendiri dikenal sebagai rumah singgah yang merawat anak-anak dengan HIV/AIDS yang membutuhkan dukungan, menyoroti dampak nyata dari penularan ini pada generasi muda. Para narasumber sepakat bahwa penanggulangan HIV/AIDS dan isu terkait LGBT bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif.

Sosialisasi dan peningkatan pemahaman masyarakat sangat penting untuk pencegahan penularan sekaligus menghilangkan stigma yang seringkali menghalangi penderita untuk mengakses layanan kesehatan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat daya tahan keluarga dan moral, serta aktif dalam upaya pencegahan yang digalakkan oleh pemerintah daerah dan mitra terkait.

Edukasi yang tepat dan dukungan bagi mereka yang terdampak sangat krusial dalam mencapai target KPA Klaten. Khususnya untuk menghentikan kasus baru, kematian akibat AIDS, dan diskriminasi pada tahun 2030.

(Aditya Wardhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....