Kebaya Warisan Budaya Makin Dicinta
- 09 Okt 2025 15:38 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kebaya kini tak hanya identik dengan busana tradisional yang sakral, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Inilah bukti kebaya semakin diminati, termasuk oleh generasi muda.
"Setiap model memiliki batas modifikasi agar tidak menghilangkan filosofi aslinya. Dari komunitas, saya belajar mana kebaya yang boleh dimodifikasi dan mana yang tidak. Kebaya harus tetap menyesuaikan konteks dan nilai budayanya,” ucap Desainer kebaya, Anitasari dalam acara Jagongan di pro4 RRI Surakarta, Senin (6/10/2025).
Pandangan serupa disampaikan Duta Budaya Jawa Tengah, Salsabila Melani, yang mengaku sejak lama menyukai kebaya klasik. “Bagi saya, kebaya melambangkan keanggunan dan filosofi mendalam. Namun sekarang anak muda juga percaya diri memadukan kebaya dengan fashion modern,” katanya. "Fenomena kebaya bergaya Korea yang kini marak justru berpotensi menggeser nilai filosofis dari busana tersebut."
Sementara itu, anggota komunitas Kenes Kebaya Triyantiningsih, menilai kebaya tidak hanya indah tetapi juga sarat nilai warisan. “Saya suka kebaya karena anggun dan lucu. Koleksi saya banyak, biasanya saya padukan dengan bros dan aksesori tradisional. Kebaya juga bisa diwariskan ke anak perempuan saya kelak,” ujarnya.
Melani menambahkan, kini kebaya mudah dijangkau dan tidak lagi terbatas pada acara formal. “Kebaya kutu baru bisa dipakai untuk kegiatan nonformal, tergantung cara memadukannya. Sekarang beli kebaya pun bisa di online shop seperti Shopee atau TikTok Shop,” ucapnya. "Semoga tren sekarang membuat anak muda semakin mencintai kebaya tanpa meninggalkan makna aslinya."
Perkembangan kebaya modern dengan beragam modifikasi, menurut Anita, adalah tantangan tersendiri bagi desainer. “Banyak anak muda ingin kebaya sebagai cosplay atau fashion show. Kami berusaha menjaga agar maknanya tetap terjaga walau tampil lebih fashionable,” kata Anita menutup perbincangan.
Sebagai simbol keanggunan dan jati diri perempuan Indonesia, kebaya bukan sekadar busana, tetapi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dalam setiap jahitannya tersimpan nilai budaya yang patut dijaga agar tetap hidup di hati generasi muda.
(Pipin Lestari – UMS/Sahabat Magang) (Roy Rohim/ Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....