Batik dan Kebaya, Gaya Berbusana Masa Kini
- 09 Okt 2025 12:39 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Batik tidak lagi hanya dipakai untuk acara resmi. Kini, generasi muda mulai berani menggabungkan batik dengan berbagai gaya busana modern.
"Cara ini menjadi salah satu upaya menjaga dan memperkenalkan batik agar tetap digemari di masa sekarang. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua bentuk batik atau kebaya bisa dimodifikasi secara bebas, " kata Desainer Anita Sari dalam Jagongan di studio pro4 RRI Surakarta.
Lanjutnya, beberapa jenis memiliki nilai budaya dan aturan tersendiri, sehingga tidak pantas dijadikan pakaian potongan seperti crop top. Hal itu dinilai dapat mengurangi makna dan keanggunan dari busana tradisional tersebut.
Upaya menumbuhkan minat anak muda terhadap kebaya bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya lewat media sosial dengan menampilkan mix and match kebaya yang selaras dengan tren masa kini.
"Kolaborasi dengan platform e-commerce melalui promo atau diskon juga dapat menarik perhatian publik untuk mencoba memakai kebaya. Selain dunia digital, sejumlah kegiatan budaya kini mulai mensyaratkan penggunaan kebaya, " ucap Salsabila Melani, Duta Budaya Jawa Tengah kepada rri.co.id
Dalam beberapa acara, panitia bahkan menyediakan kebaya untuk peserta sekaligus photobooth agar busana tradisional ini makin dikenal dan diminati. Perkembangan tren fashion juga berpengaruh terhadap citra nasional.
"Banyak anak muda yang mencoba memodifikasi kebaya atau batik dengan sentuhan gaya gothic, classic, hingga Harajuku. Meski begitu, modifikasi sebaiknya tetap mempertahankan karakter khas kebaya dan tidak mengubah esensi budayanya, " ujar pecinta kebaya Triyanti Ningsih .
Di tingkat global, kebaya dan batik mulai diperkenalkan melalui berbagai ajang internasional. Para desainer berupaya menghadirkan karya yang mengangkat bahan lokal seperti lurik dan kebaya dengan tampilan yang lebih segar agar diterima generasi muda di berbagai negara.
Dengan semakin banyak ruang dan kegiatan yang menampilkan kebaya, diharapkan masyarakat, terutama anak muda, semakin mencintai busana tradisional Indonesia. Melestarikan batik dan kebaya bukan hanya tentang berpakaian, tetapi juga wujud menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup di masa depan.
(Asmara Pradita Adya Pramesti–Universitas Muhammadiyah Surakarta/Sahabat Magang) (Roy Rohim/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....