Posyandu Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat
- 27 Sep 2025 14:55 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Penting Pemantauan Tumbuh Kembang di Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Posyandu kini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup dari remaja dan ibu hamil, sampai balita, dewasa, dan lansia.
"Fungsi utamanya adalah menjadi garda terdepan untuk pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini masalah kesehatan, edukasi, dan rujukan bila diperlukan, " kata Dr. Yusuf Bahtiar, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta dalam Program Obrolan Siang Pro 1 RRI Surakarta, Selasa (9/8/2025). "Di Surakarta ada 626 posyandu dan 83% sudah menerapkan ILP; ini menggambarkan pergeseran dari layanan tunggal (penimbangan balita) ke layanan kesehatan primer yang lebih komprehensif."
Lanjutnya, Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang sejak lama dikenal luas di Indonesia. Pada awalnya, posyandu hanya identik dengan kegiatan penimbangan balita setiap bulan, namun seiring perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat, perannya semakin diperluas.
Saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yaitu posyandu yang tidak hanya berfokus pada balita, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan: remaja, ibu hamil, bayi dan balita, usia dewasa, hingga lansia. Konsep ini hadir karena kesehatan masyarakat harus dijaga sejak dini sampai usia lanjut secara berkesinambungan, sehingga posyandu menjadi garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini penyakit.
"Pada kelompok bayi dan balita, posyandu berperan penting dalam mencegah dan mendeteksi dini stunting, masalah gizi kronis yang dapat berdampak pada tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan anak, lewat penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga pemantauan perkembangan, posyandu dapat mengidentifikasi jika ada keterlambatan atau masalah gizi pada anak," ucapnya.
Bila ditemukan gejala, kader posyandu akan memberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas. Selain itu, posyandu juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, imunisasi, serta pola asuh yang mendukung pertumbuhan anak.
Untuk ibu hamil, posyandu menjadi sarana pemantauan kehamilan yang sangat penting. Pemeriksaan rutin minimal enam kali selama masa kehamilan dapat membantu mendeteksi adanya risiko anemia, tekanan darah tinggi, atau gangguan kehamilan lainnya. Posyandu juga menjadi tempat ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah, penyuluhan gizi, serta konseling mengenai kesehatan ibu dan janin.
Hal ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah atau kondisi stunting sejak awal kehidupan. Bagi remaja, posyandu hadir sebagai wadah untuk mencegah masalah kesehatan yang sering terabaikan, salah satunya adalah anemia akibat kekurangan zat besi.
Melalui kegiatan pemberian tablet tambah darah dan edukasi tentang pola makan bergizi, posyandu membantu remaja, khususnya remaja putri, agar memiliki kondisi kesehatan yang baik menjelang masa pernikahan dan kehamilan. Posyandu juga berperan memberikan penyuluhan mengenai bahaya rokok, pentingnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat yang sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.
Sementara itu, pada dewasa dan lansia, posyandu berfungsi sebagai tempat deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi. Penyakit-penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga sering terlambat diketahui.
Dengan pemeriksaan rutin di posyandu, masyarakat dapat segera mengetahui kondisi kesehatannya dan mengambil langkah pengendalian lebih cepat, baik melalui perubahan pola makan, olahraga, maupun obat-obatan yang diresepkan tenaga medis. Dengan begitu, risiko komplikasi yang lebih parah bisa ditekan, dan kualitas hidup lansia tetap terjaga.
( Ian/Magang )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....