Mengenal Ecoprint: Seni Ramah Lingkungan Karya Dari Alam
- 14 Okt 2024 16:20 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Ecoprint semakin populer sebagai salah satu seni ramah lingkungan yang berbasis alam. Teknik ini memanfaatkan dedaunan, bunga, dan tumbuhan sebagai pewarna alami untuk berbagai media. Dalam Program Acara "Jagongan" yang disiarkan Pro4 RRI Surakarta di FM 95,2 Mhz dan streaming di RRI Digital, Kamis (10/10/24) Owner Reronce Ecoart, Hida Ngirhanto mengaku mengawali usaha ecoprint dari keprihatinannya terhadap kondisi bumi yang mulai rusak..
“Ecoprint muncul karena banyaknya beban yang kita letakkan pada bumi. Ini cara untuk kembali ke alam,” ujarnya.
Reronce Ecoart, galeri milik Hida, memamerkan beragam produk ecoprint hasil tangannya. Setiap karya mencerminkan keselarasan antara alam dan seni yang dijaga dengan cermat. Sebuah teknik seni yang memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, tumbuhan untuk menciptakan motif dan pola pada berbagai media seperti kain, kertas, kulit, bahkan bambu.
"Dalam proses ecoprint, jejak warna dan bentuk dari tumbuhan dipindahkan secara langsung ke media tersebut melalui teknik alami, seperti pengukusan, pounding, atau sinar matahari. Seni ini menggabungkan kreativitas dengan penghormatan terhadap alam, sehingga setiap karya yang dihasilkan unik dan mencerminkan kearifan lokal serta keberlanjutan lingkungan, kata Hida.
Proses ecoprint melibatkan pemindahan jejak daun dan tumbuhan ke media seperti kain, kertas, dan kulit. Teknik ini mengandalkan potensi lokal dari alam Indonesia yang kaya akan flora dan fauna. Ia menekankan pentingnya menggunakan sumber daya lokal.
"Alam Indonesia sangat kaya, kita bisa menemukan berbagai bahan alami untuk ecoprint di sekitar kita, Setiap hasil karya ecoprint memiliki motif yang unik, tergantung pada daun dan tumbuhan yang digunakan. Produk ecoprint mulai dari kain fashion hingga dekorasi rumah menjadi bukti kekuatan seni berbasis alam ini, ucapnya.
Menurut Hida, proses pewarnaan ecoprint tidak sederhana. Setiap teknik, dari pounding hingga pengapian, membutuhkan ketelitian untuk menghasilkan motif yang tepat.
" Teknik pewarnaan alami ini memberikan sentuhan unik pada setiap karya. Bahan-bahan seperti daun nangka, biji kesumba, dan akar pace memberikan warna yang berbeda pada kain" kata Hida.
Ecoprint juga menjadi simbol kolaborasi antara alam dan manusia. Setiap motif yang dihasilkan mencerminkan kearifan lokal dan keragaman budaya yang di miliki. Ecoprint telah berkembang menjadi tren yang semakin diminati.
"Melalui seni ini, pesan untuk menjaga alam disampaikan dengan indah dan berkelanjutan. Hasil karya ecoprint menjadi bukti bahwa seni bisa menyatu dengan alam dan menciptakan sesuatu yang luar biasa. Karya ini tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan" ujarnya.
(Nafadila & Malika/Magang - Nur Rohim/Penyiar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....