Kasus Hoaks Politik Naik Tajam, Jadi Catatan Mafindo
- 09 Okt 2024 19:03 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat hoaks terkait politik pada 2024 mencapai 2.292 kasus, lebih banyak dibandingkan informasi hoaks sejenis pada musim Pemilu 2019 sebanyak 644 kasus. Diwarnai dengan sentimen- sentimen kebemcian yang muncul dalam pesta 5 tahunan ini.
“Menjadi hal penting untuk Mafindo dalam melihat isu – isu hoaks nasional yang saat ini muncul, dirilis dari rekan – rekan relawan ketika melihat pergerakan selama satu semester dari bulan Januari sampai dengan Juni 2024,Kasusnya naik,dibandingkan satu tahun lalu di semester yang sama,ucap Anggota Utama Masyarakat Anti fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya, Niken Setyawati, dalam perbincangan dengan Presenter Aditya Wadhana,Selasa (8/10/2024).
Selama semester pertama 2024, Mafindo mencatat terjadi lonjakan signifikan penyebaran hoaks di ruang digital terkait tahapan Pemilu 2024. Isu politik mendominasi karena tahun ini adalah tahun politik, sehingga menjadi alarm kewaspadaan bersama dalam menghadapi Pilkada. Ini adalah sebuah kenyataan yang menyebabkan Hoaks politik meningkat pesat.
"Untuk Pilkada Tahun ini sudah berseliweran fitnah sana,fitnah sini kebencian juga sudah mulai nampak ada, namun yang perlu kita lihat eskalasinya tidak setinggi ketika Pilpres maupun Pileg 2024,karna mungkin disebabkan koalisi nasional tidak mencerminkan di koalisi Pilkada,sehingga ini menjadi kabar bagus,dikarnakan bahan untuk sentimen kebecian, hoaks tidak merembet ke daerah” kata Niken.
Meningkatkan mitigasi dini oleh semua pihak, menjadi prioritas bersama mengingat dampak negatif akibat munculnya isu,sentiman negatif sangat berdampak dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kampanye bergulir pengawasan juga harus diperketat terkait narasi – narasi yang dipakai oleh para paslon.
(Aditya Wardhana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....