Lolos Kurasi, Puluhan UMKM Siap Ekspor Produk ke Prancis
- 31 Mei 2023 09:13 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sebanyak 23 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Komunitas Kerabat UMKM Solo Raya Kersa yang lulus kurasi siap menembus pasar ekspor ke Prancis.
Beragam Produk UMKM yang lolos kurasi di pamerkan dalam pameran bertajuk Expanding Distribution Expo to Export 2 di Lumbung Batik, Solo. Produk UMKM yang dipamerkan antara lain mulai dari batik eco print, fashion, furniture hingga craft.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nugroho Joko Prastowo mengatakan BI Solo bersama anggota Kersa terus bersinergi dan memperkuat kolaborasi guna pengembangan UMKM yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kerjasama dilakukan dengan melibatkan pelaku pasar ekspor di Perancis yakni PT Farindo dan UD Berlawalata Solo guna mendorong pelaku UMKM go Export.
"Ada 23 UMKM yang lolos kurasi dari Kersa dan 18 UMKM dari binaan Universitas Sebelas Maret UNS Solo yang mengikuti Expo ,Produk UMKM direspons Buyer dari luar negeri,” ujarnya, Selasa (30/5/2023).
Menurut Joko proses pengembangan UMKM dilakukan mulai dari pendataan Produk UMKM Potensi kurasi, Visitasi lapangan, Expo UMKM. Selanjutnya produk UMKM yang potensial dikurasi oleh pelaku pasar ekspor di Perancis dan Tim kurator dari UNS pada 10 Mei lalu.
"Kala itu workshop dan kurasi produk UMKM diikuti 120 pelaku UMKM se-Solo Raya," ujarnya.
Sementara itu Wakil Rektor UNS Solo Prof ,Dr Kuncoro Diharjo mengatakan melalui pagelaran Expo untuk penguatan ekonomi khususnya bidang UMKM.
“harapan kami dengan adanya expo bisa menjadi titik balik awal untuk membangkitkan perekonomian di Indonesia mendorong UMKM untuk bisa hingga ke pangsa pasar manca,” ujarnya
Lanjut Prof Kuncoro untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sinergi bersama antar akademisi dan UMKM. Karena dari kolaborasi dapat tercipta inovasi produk produk yang kreatif.
Sementara Kurator UMKM di Solo Ninik Sastratedja mengatakan kurasi dan pameran produk UMKM bagian dari upaya mendatangkan buyer dari luar negeri. Tentunya produk UMKM yang lolos kurasi memiliki kesempatan dan peluang menembus pasar ekspor.
“Saya menyampaikan pesan Mas Wali. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dalam rangka meraih QPI, UNS mengembangkan produk kemahasiswaan, UKM, dan desa-desa binaan yang ditampilkan di Expo bekerja sama dengan La Maison de I’indonesie,” tutur Kristina.
Expo ini menampilkan produk-produk dari mahasiswa UNS, UMKM binaan UNS, dan desa binaan UNS. Produk-produk tersebut akan dikurasi oleh empat kurator yakni pemilik La Maison de I’Indonesie, Mathieu Mergans; pemilik UD. Berlawalata Solo; importir produk Indonesia di Prancis, Diana; dan Wakil Kamar Dagang Indonesia, Liliek Setiawan, S.E.
Produk-produk yang lolos kurasi akan diuji coba untuk diekspor ke Paris. UNS akan membantu mencarikan sponsor pembeli sampel dan ongkos pengiriman ke Paris. Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat memasuki pasar Paris dan para pemilik produk akan menindaklanjuti ekspor tersebut secara mandiri.
Selain pameran, Expo ini akan diisi beberapa kegiatan. Beberapa kegiatan yakni workshop mahasiswa pembangun kewirausahaan desa, workshop pengembangan produk kewirausahaan mahasiswa, dan persembahan tiap UKM atau organisasi kemahasiswaan di UNS. Fatimah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....