Minta Perhatian, Warga Kampung Blangkon Mengadu ke Wali Kota

  • 13 Nov 2025 21:45 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Perwakilan warga Kampung Blangkon Potrojayan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Wali Kota Solo Respati Ardi. Keluh kesah tersebut disampaikan saat pertemuan di Balaikota, Rabu (12/11) yang difasilitasi Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Muhamad Nafi’ Asrori.

Pertemuan ini menjadi ajang penyampaian aspirasi warga terkait pembangunan dan pengembangan Kampung Blangkon Potrojayan sebagai salah satu ikon budaya Kota Solo.

Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan beberapa poin utama aspirasi, yang meliputi aspek infrastruktur, pengembangan wisata budaya, serta dukungan ekonomi bagi pengrajin blangkon.

Muhammad Nafi mengatakan, penataan infrastruktur kampung menjadi perhatian penting. Termasuk akses jalan menuju Kampung Blangkon sebagian telah diperbaiki, sementara sisanya akan dilanjutkan pada APBD tahun 2026.

"Selain itu, rencana pembangunan gedung workshop dan showroom Blangkon masih menunggu kejelasan status legalitas lahan, sehingga prosesnya belum dapat dimulai. Warga berharap dukungan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian administrasi agar pembangunan segera terealisasi," ujar Nafi Kamis (13/11/2025).

Selain itu, warga mengusulkan agar Kampung Blangkon dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya dan edukasi. Selama ini, banyak pihak yang ingin berkunjung untuk melihat langsung proses pembuatan blangkon.

Ia menilai, keterbatasan fasilitas seperti ruang pamer, tempat parkir, dan area penerimaan tamu membuat warga belum mampu menerima kunjungan dalam skala besar. "Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, Kampung Blangkon bisa menjadi objek wisata unggulan yang memperkenalkan tradisi khas Solo kepada masyarakat luas," ujar Nafi'.

Perwakilan warga Kampung Blangkon foto bersama anggota DPRD, Wali Kota dan sejumlah pejabat ASN seusai audiensi, di Balai Kota Solo, Rabu (12/11). Foto: RRI /Humas

Sementara itu terkait Koperasi Paguyuban Blangkon juga belum memenuhi kebutuhan akan dukungan modal dan akses pasar. Selain itu, mereka juga berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota dalam hal promosi dan perluasan jaringan pemasaran.

"Dukungan serius dari Pemerintah sangat diharapkan agar produk blangkon Solo dapat lebih mudah terserap di pasar lokal, nasional, bahkan internasional," kata Anggota DPRD asal Serengan ini.

Selain ketiga hal tersebut, muncul pula gagasan agar blangkon tidak hanya dikenakan pada acara seremonial atau momen tertentu, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Solo. Warga bahkan mengusulkan penyelenggaraan Festival Blangkon sebagai ajang promosi budaya dan sarana edukasi bagi generasi muda.

“Kampung Blangkon ini memiliki potensi luar biasa sebagai ikon budaya Solo. Kami akan terus mendorong sinergi antara warga, pemerintah, dan pelaku usaha agar pengembangannya dapat berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Nafi’.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Direktur BUMD Pedaringan/PT Aneka Usaha terkait peluang kolaborasi antara BUMD dan pelaku usaha lokal.

“Kita ingin ada kolaborasi antara BUMD dengan pelaku usaha produk khas Solo seperti blangkon, sehingga terbentuk ekosistem bisnis yang saling menguatkan,” ucapnya.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk langkah konkret. Harapannya Kampung Blangkon Potrojayan benar-benar tumbuh menjadi ikon budaya dan ekonomi kreatif kebanggaan Kota Surakarta. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....