Coffee Lighter : Warung Kopi Klasik Yang Tetap Eksis

  • 25 Okt 2024 03:49 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Warung Kopi atau biasa dikenal Coffee Shop semakin hari semakin banyak di kota Solo. Selain pilihan menu yang makin variatif, tawaran konsep warungnya juga semakin estetik dan kreatif. Apalagi dengan kemajuan teknologi, generasi muda bahkan masyarakat semakin mudah mencari tempat ngopi yang nyaman sesuai selera. Salah satunya Coffee Lighter.

Sebuah warung kopi yang terletak di Jl. Guntur 72, Ngasinan, Jebres (Barat Kampus ISI Surakarta) ini berdiri sejak tahun 2008, tepatnya pada bulan April dengan konsep yang sederhana selayaknya rumah, dan masih eksis hingga sekarang. Warung kopi dengan nama Coffee Lighter ini, digagas oleh M.Dinarwanto atau lebih akrab disapa Dinar Ompong.

"Saya beri nama Coffee Lighter karena memiliki arti Api dan Api menghasilkan Cahaya, kemudian Api berguna untuk membuat kopi, sedangkan bagi saya Cahaya merupakan sebuah harapan dalam usaha yang tidak akan redup," kata Dinar, Owner Coffee Lighter, Kamis (24/10/2024)

Suasana Coffee Lighter di bagian dalam untuk tempat diskusi (Foto Koleksi pribadi: Fitria)

Dengan kompetitor yang semakin banyak di wilayahnya, ia memilih bertahan karena ingin menjalin hubungan persaudaraan dengan pengunjung agar lebih intim. Tidak sekedar berorientasi bisnis. Disisi lain, ia juga berfikir tentang varian menu yang berkembang di coffee shop era sekarang khususnya untuk teknik Manual Brew (tanpa mesin).

"Teknik manual brew (tanpa mesin) ini tentunya mengikuti penikmat yang datang ke warung kopi saya, semisal dari kopi tubruk, kopi susu tubruk, vietnam drip hingga V-60 dan espreso. Semua varian kopi tersebut, termasuk dalam kategori strong taste," ungkap Dinar

Selain varian menu kopi, Coffee Lighter juga memiliki menu non kopi seperti coklat, orange juice, matcha, es sirup dan teh, juga menu makanan ringan dan berat seperti roti bakar, kentang goreng, tempura, mie kuah/goreng, nasi ayam geprek, nasi telur gongso dan nasi goreng spesial.

"Saya berharap, warung kopi saya ini tidak hanya untuk tempat nongkrong dan ngopi saja, tetapi bisa dimanfaatkan untuk tempat yang produktif semisal untuk working space, tempat diskusi berbagai komunitas. Sehingga saya bisa merasa, bahwa warung kopi ini adalah rumah untuk para pengunjung saya," ucap Dinar kepada rri. co. id

(Fitria Trisna, Dedi Setiadi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....