Hari Tani Nasional 2026, Ketika Janji Kedaulatan Pangan Membentur Kekeringan
- 29 Sep 2026 11:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 pada 24 September 2026 kembali dirayakan. Berbagai wacana besar disuarakan, mulai dari percepatan reforma agraria sejati, pencapaian swasembada pangan, hingga jargon optimistis “Petani Kuat, Pangan Berdaulat, Indonesia Hebat.”
Namun, di balik seremonial dan narasi idealistis tersebut, realita di tingkat tapak justru memperlihatkan kontras yang tajam, yaitu masalah fundamental petani belum juga terselesaikan.
Kelangkaan pupuk bersubsidi saban musim tanam serta fluktuasi harga panen yang merugikan masih menjadi beban rutin. Kini, krisis air irigasi memperparah situasi dan memicu konflik sosial di tengah musim kemarau.
Ironi Irigasi: Dari Konflik Sosial hingga Ancaman Gagal Tanam
Persoalan irigasi tidak lagi sekadar kendala teknis pertanian, melainkan telah bergeser menjadi pemicu benturan antawarga. Kasus tragis di Kecamatan Masaran, Sragen, belum lama ini, di mana sengketa pembagian air irigasi berujung pada tindak pidana fatal—menjadi sinyal keras rapuhnya tata kelola air di tingkat lokal.
Kondisi serupa dialami para petani di Kabupaten Karanganyar. Sedikitnya 800 hingga 1.000 hektar sawah produktif terancam tidak dapat ditanami akibat kerusakan jaringan irigasi dan pendangkalan infrastruktur pengairan yang memburuk tanpa penanganan permanen.
Menanggapi krisis yang berlarut-larut, Serikat Tani Bumi Lestari mendatangi Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar pada Jumat 25 September lalu.
Mewakili 35 kelompok tani dari lima kecamatan (Jumantono, Karanganyar, Karangpandan, Mojogedang, dan Tasikmadu), mereka menyampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pimpinan DPRD, Dispertan PP, DPUPR, serta BBWS Bengawan Solo.
"Momentum Hari Tani ke-66 tahun 2026 ini isinya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya: persoalan air irigasi. Persoalan kekeringan ini bukan sekadar faktor alam, melainkan menyangkut tata kelola jaringan irigasi dan air pertanian yang belum terkoordinasi secara lintas sektor. Ucap Yoseph Heriyanto, Ketua Serikat Tani Bumi Lestari Karanganyar.
Hari Tani Nasional sejatinya bukan panggung retorika tahunan. Selama persoalan mendasar seperti jaminan irigasi, distribusi pupuk, dan perlindungan harga belum terselesaikan secara konkret, cita-cita kedaulatan pangan nasional akan terus membentur tembok realita di lapangan. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....