Sinergi dan Disiplin Kerja Karyawan Ala Kabag T.U - HRD
- 07 Jul 2026 10:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta : Disiplin kerja adalah sikap dan perilaku seseorang dalam menjalankan pekerjaan sesuai aturanstandar, dan tanggung jawab yang sudah ditetapkan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kehadiran atau waktu kerja, tetapi juga menyangkut konsistensi dalam menyelesaikan tugas.
Selain itu editor rri.co.id Agus Yoga Selasa (7 Juli 2026) berpandangan, karyawan disiplin tidak hanya dari sisi aturan atau hukum semata, namun tentang bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan menyenangkan bagi karyawan dan manajemen perusahaan atau lembaga.
Salah satu pekerjaan Kabag T.U disuatu satuan kerja (Satker) atau HRD jika diperusahaan memastikan disiplin kerja dan kinerja karyawan berjalan baik setiap saat. Karyawan perlu dipantau berkala untuk melihat apakah mereka sudah bekerja seperti yang diharapkan atau tidak.
“Terdapat keterkaitan erat antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Apabila kedua hal tersebut berjalan tidak baik, maka akan menjadi ancaman terhadap kesuksesan suatu satuan kerja atau perusahaan,” Agus Yoga berpandanga.
Sebab itulah kata Agus Yoga serta mengutitp beberapa artikel, sebagai Kabag T.U atau HRD perlu merencanakan strategi disiplin progresif untuk karyawan. Bagaimana cara membuat karyawan disiplin, ada beberapa tips membangun disipllin kerja karyawan yang perlu terapkan di satuan kerja atau perusahaan bekerja.
1. Memenuhi hak karyawan dengan adil
Sudahkan Anda memenuhi semua kebutuhan karyawan secara adil dan transparan? Transparansi menjadi hal utama yang perlu Anda perhatikan, karena sangat sensitif bagi karyawan. Jika karyawan memperoleh perlakuan yang tidak adil, bagaimana bisa mendorong mereka agar lebih disiplin? Misalnya, mengenai sistem penilaian kinerja, penggajian hingga promosi jabatan.
2. Menata ruang kerja karyawan yang nyaman dan kondusif
Misalnya, mengganti dinding tembok dengan kaca, menggunakan cat berwarna cerah, menata tanaman untuk penyegaran, menyediakan kubikel terbuka dan ruang kerja tertutup untuk menyesuaikan kultur kerja individu karyawan, menyediakan furnitur mendukung seperti kursi yang nyaman, laci berkunci, serta memperbarui sistem komputer dengan teknologi terkini.
3. Menata ruang rapat yang lebih cair
Ruang rapat tidak hanya digunakan untuk mengadakan pertemuan dengan atasan saja, tapi juga bisa jadi tempat brainstorming. Jika karyawan Anda banyak dari kalangan milenial, sediakanlah ruang rapat dengan suasana yang lebih cair dan desain interior yang modern, sehingga mereka lebih rileks menciptakan ide-ide baru.
4. Membuat aturan yang tegas dan tidak berlebihan
Aturan memang diperlukan untuk mengatur kedisiplinan, namun jika berlebihan, kreatifitas karyawan justru akan terhambat dan terkekang. Pertimbangkanlah aturan yang tegas tapi tidak memberatkan karyawan. Anda perlu melakukan riset dan mencari data pendukung agar karyawan tidak bingung dengan peraturan yang dibuat.
5. Mengadakan pelatihan secara berkala
Pelatihan menjadi kesempatan yang baik bagi karyawan untuk mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kerja mereka agar menjadi lebih efektif dalam bekerja. Apabila dilakukan secara konsisten, Anda akan mendapatkan laba investasi yang besar melalui pelatihan berkala karyawan.
6. Memberlakukan sistem reward dan punishment
Karyawan yang selalu disiplin pantas menerima apresiasi dari perusahaan, misalnya melalui penghargaan bergilir setiap bulannya. Hal ini akan memotivasi karyawan yang lain untuk disiplin juga, sedangkan karyawan yang tidak disiplin perlu diberi hukuman sesuai aturan. Anda dapat menggunakan sistem poin atau maksimal pelanggaran, tidak harus langsung memberi surat peringatan.
7. Memberikan fasilitas rekreasi bagi karyawan
Fasilitas yang membuat karyawan makin produktif adalah rekreasi. Misalnya, fasilitas gym agar karyawan memiliki gaya hidup lebih sehat, fasilitas permainan board game, ruang istirahat yang kekinian serta kafetaria modern. Fasilitas rekreasi lainnya adalah liburan, misal mengadakan family gathering atau staycation untuk membangun keakraban.
8. Melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja karyawan
Evaluasi ini dapat dilihat dari kehadiran, ketercapaian target, hingga penyelesaian tugas saat bekerja. Hal ini untuk mendeteksi siapa yang mengalami penurunan performa, mengecek apakah beban kerja yang diberikan sudah sesuai atau tidak serta merumuskan kebijakan solutif sebagai tindak lanjut evaluasi tersebut.
9. Menyediakan fasilitas konseling karyawan
Meskipun Anda adalah atasan atau pihak yang berwenang memberikan hukuman bagi karyawan, Anda juga bisa menjadi teman mereka. Konseling karyawan menjadi jalan untuk menelusuri penyebab menurunnya kedisiplinan karyawan, alih-alih langsung menghukum mereka. Caranya dengan mengadakan pertemuan empat mata dan membimbing karyawan menerapkan langkah-langkah yang disepakati.
10. Mengurangi cara kerja manual dengan adopsi teknologi terkini
Penggunaan teknologi bisa serta merta mendukung semua tips di atas. Misalnya, penyediaan sistem komputer ter-update, pengadaan aplikasi dalam mendukung administrasi karyawan dan pemantauan kinerja secara online, bahkan aplikasi yang mendukung distribusi payroll yang otomatis dan akurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....