Strategi Hindari Bangunan Sekolah Roboh

  • 13 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bangunan sekolah rusak, mulai ruang kelas rusak berat, dindingnya retak hingga atap ambruk saat proses belajar mengajar kejadian tersebut bukan kali pertama.

Kondisi itu disampaikan editor rri.co.id Agus Yoga pada komentar yang terangkum dalam bulletin Warta Pagi Rabu (13 Mei 2026).

Menurutnya, banyak faktor penyebab bangunan sekolah roboh, mulai karena dari, usia bangunan tua, belum ada renovasi karena faktor anggaran, perawatan minim, hingga dana biaya operasional (BOS) tidak mencukupi untuk merehap kerusakan berat. Kondisi bangunan yang rentan tersebut diperparah lagi cuaca ekstrem hujan angin kencang mepercepat kerusakan.

Terus upaya apa untuk menjaga bangunan sekolah yang sudah tua. Diharapkan, melalui Dapodik, bangunan sekolah yang sudah rusak berat dapat diprioritas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sambil menunggu, pihak sekolah wajib cek rutin atap, listrik, dan pohon besar di sekitar.

Agus Yoga menyarankan, jika kondisi bangunan dianggap rawan, siswa seyogyanya dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman. Mengingat keselamatan menjadi prioritas nomor satu.

Tak menutup kemungkinan sebagai langkah antisipasi ungkapnya, pihak komite sekolah atau orang tua melakukan gotong royong memperbaiki. Namun pemerintah juga harus bergerak cepat. Mengingat pajak kita buat siapa kalau bukan buat sekolah aman.

Selain pencegahan diatas, pencegahan bisa juga melakukan audit bangunan. Dinas Pendidikan dan PUPR melakukan cek tiap awal tahun ajaran. Dan jika dimungkinkan siapkan dana darurat, sisa BOS boleh dipergunakan perbaikan ringan.

Sekolah tua adalah saksi sejarah, tapi jangan sampai jadi musibah. Cek, rawat, dan lapor sebelum roboh. Karena satu ruang kelas yang aman menyelamatkan satu generasi,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....