Pemkot Solo Prioritaskan Data Stunting Dalam Program MBG
- 09 Jan 2026 02:33 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memprioritaskan data risiko stunting untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nantinya tidak hanya menyasar pelajar hingga guru.
Pada tahun 2026 ini, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Solo akan menambah sasaran kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, yang sebelumnya mendapatkan makanan bergizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Ditemui di Balai Kota pada Kamis (8/1/2026), Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Pemkot Solo bisa mendata dengan baik penerima manfaat program MBG yang sudah menyasar ibu hamil hingga balita.
"Dari BGN ini menyampaikan ke kami, memberi dukungan kepada kami untuk mendata penerima manfaat supaya tepat sasaran. Karena ada tambahan terkait penerima manfaat di DP3AP2KB, Ibu hamil, Ibu menyusui dan balita," kata Respati Ardi.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Solo, Purwanti menjelaskan bahwa program MBG yang menyasar ibu hamil, menyusui hingga balita, akan difokuskan kepada risiko stunting.
"Nah, yang pertama yang menjadi prioritas ini kan untuk salah satunya adalah data sasaran risiko stunting. Jadi kita potensi data untuk itu 22.374. Ini artinya bisa menjadi potensi sebagai sasaran SPPG. Nanti untuk prioritasnya adalah yang kita sudah siap, ada data yang harus diintervensi dari risiko stunting supaya tidak putus yang tahun lalu dapat," ucap Purwanti.
Purwanti mengatakan bahwa Kota Solo sudah memiliki 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif dan akan bertambah empat pada Januari 2026 ini. Dengan adanya penurunan sasaran SPPG dari sebelumnya 3000 porsi menjadi 2000, Kota Solo harus memiliki setidaknya 88 SPPG aktif. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....