Paspoorgate Guncang Pemain Naturalisasi Indonesia yang Bermain di Belanda
- 02 Apr 2026 16:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Belanda, setelah KNVB mengeluarkan instruksi yang berdampak luas bagi beberapa pemain. Seluruh pemain naturalisasi Indonesia, bersama 20 lebih pemain lainnya yang berasal dari Suriname dan Cape Verde diminta untuk tidak berlatih maupun bermain untuk klubnya. Situasi ini tidak akan diubah sampai adanya kejelasan hukum terkait status mereka.
Menurut laporan De Telegraaf, permasalahan ini mencuat setelah NAC Breda melayangkan surat protes resmi kepada KNVB. Protes tersebut muncul sebagai buntut kekalahan telak enam gol tanpa balas melawan GO Ahead Eagles. Fokus utama mereka adalah mempertanyakan keabsahan status pemain yang sudah menjadi bagian Timnas Indonesia, Dean James.
Kasus ini berkaitan erat dengan perubahan kewarganegaraan para pemain. Ketika seorang pemain dinaturalisasi dan mendapat paspor baru, mereka secara otomatis sudah kehilangan status sebagai warga negara Belanda. Hal ini berakibat pada perubahan status para pemain naturalisasi menjadi pemain non Uni Eropa.
Perubahan status ini juga membawa konsekuensi administratif secara signifikan. Pemain yang sebelumnya berstatus pemain Uni Eropa kini harus memenuhi syarat sebagai pemain non Uni Eropa. Beberapa syaratnya adalah mereka harus mempunyai izin kerja khusus serta harus memenuhi aturan standar gaji yang lebih tinggi.
Masalah muncul karena sejumlah klub diduga masih memperlakukan pemain-pemain ini sebagai pemain Uni Eropa. Padahal secara hukum, status mereka telah berubah sejak proses naturalisasi. Ketidaksesuaian ini kini menjadi sorotan serius dari otoritas sepak bola Belanda.
Di tengah situasi tersebut, Maarten Paes menjadi satu-satunya pemain yang lolos dari larangan “paspoorgate”. Hal ini tidak lepas dari langkah proaktif yang dilakukan oleh Ajax saat merekrutnya dari klub Amerika, FC Dallas. Klub raksasa Belanda tersebut langsung mengantisipasi potensi masalah administratif sejak awal kepindahannya.
Ajax diketahui mengurus werkvergunning (izin kerja non-EU) dengan benar. Selain itu mereka jua membayar gaji Marteen Paes di atas ambang batas minimum untuk pemain non Uni Eropa. Selain itu, pendaftarannya ke KNVB juga dilakukan menggunakan paspor Indonesia secara resmi. Hal inilah yang membuat Marteen Paes lolos dari masalah ini dan tetap bisa membela Ajax setelah jeda Internasional selesai.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....