Gelar Juara Senegal Dicabut, Maroko Juara Piala Afrika 2026
- 18 Mar 2026 17:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kabar mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) terkait hasil Piala Afrika 2025. Maroko ditetapkan sebagai juara Piala Afrika 2026 setelah CAF mengabulkan banding dan membatalkan hasil final. Putusan ini langsung menuai kontroversi dan memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola dunia.
Senegal, yang awalnya menang 1-0 pada 18 Januari 2026 di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat Maroko. Berselang dua bulan setelah final berlangsung situasi berubah 360 derajat setelah adanya banding dari Federasi Sepak Bola Maroko. CAF melalui Dewan Banding akhirnya membatalkan hasil awal dan menetapkan keputusan baru.
Mengutip dari unggahan Instagram @433, dalam putusan resminya, CAF menyatakan bahwa Senegal dinyatakan kalah 3-0 (forfeit). Hal ini disebabkan oleh tindakan pemain Senegal yang meninggalkan lapangan selama lebih dari 10 menit. CAF menyatakan aksi tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap aturan turnamen, khususnya Pasal 84 regulasi AFCON.
Insiden ini bermula dari situasi kontroversial di final, termasuk keputusan penalti yang memicu ketegangan tinggi di dalam lapangan. Ketidakpuasan dari kubu Senegal berujung pada aksi meninggalkan pertandingan, meskipun pada akhirnya mereka kembali setelah Sadio Mané berhasil membujuk rekan-rekannya untuk melanjutkan laga. Momen tersebut kemudian menjadi titik krusial yang berujung pada sanksi berat dari CAF.
Dengan keputusan tersebut, Maroko resmi dinobatkan sebagai juara Piala Afrika 2026, sebuah pencapaian yang tak lepas dari berbagai kontroversi yang mewarnai jalannya turnamen. Meski demikian, gelar ini tetap menjadi momen bersejarah karena merupakan trofi pertama yang berhasil diraih Maroko sejak terakhir kali menjadi juara pada tahun 1976. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama hampir lima dekade, serta menegaskan kembali posisi Maroko di panggung sepak bola paling bergengsi di benua Afrika.
Dikutip dari unggahan Fabrice Hawkins, Senegal menolak menerima keputusan tersebut dan berencana menempuh jalur hukum dengan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Langkah ini menunjukkan keseriusan Senegal dalam memperjuangkan hasil yang mereka anggap tidak adil. Langkah Senegal sekaligus menegaskan bahwa polemik terkait final AFCON 2025 masih jauh dari kata selesai dan berpotensi berlanjut dalam proses hukum internasional.
Kasus ini pun tercatat sebagai salah satu keputusan paling kontroversial dalam sejarah Piala Afrika mengingat sangat jarang terjadi pencabutan gelar juara setelah laga final dinyatakan berakhir. Situasi tersebut diperkirakan akan menjadi peristiwa penting dalam penegakan regulasi sepak bola internasional agar tidak mengundang kontroversi. Hal ini sekaligus akan mendorong evaluasi lebih ketat terhadap sistem dan kebijakan yang berlaku di turnamen besar di masa mendatang.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....