Cetak Gol Kemenangan, Vinicius Junior Alami Insiden Rasisme
- 18 Feb 2026 14:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pertandingan leg pertama play-off babak knock out antara Real Madrid dan Benfica diwarnai insiden dugaan rasisme yang dialami oleh Vinicius Junior. Duel yang berlangsung ketat itu sempat memanas usai Real Madrid berhasil mencetak gol pemecah kebuntuan.
Situasi tersebut langsung menyita perhatian publik dan menjadi sorotan luas di media sosial. Pada pertandingan ini Real Madrid berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol dicetak oleh Vinicius Junior lewat sepakan melengkung spektakuler.
Usai mencetak gol ia melakukan selebrasi dengan menari di dekat tiang sudut lapangan. Namun hal ini berujung pada situasi yang memanas, usai pemain lawan diduga melakukan aksi rasisme.
Insiden bermula ketika Gianluca Prestianni menghampiri Vinicius Junior dengan melontarkan kata-kata bernada rasial. Vini langsung memberi isyarat kepada wasit sambil menunjuk ke arah pemain tersebut.
Tindakan itu membuat wasit menjalankan protokol anti-rasial dan menghentikan pertandingan sementara waktu. Walaupun pada akhirnya pertandingan berlanjut, dan Los Blancos berhasil membawa pulang kemenangan.
Seusai pertandingan Federico Valverde memberikan pernyataan yang menegaskan adanya tindakan rasisme kepada Vinicius Junior. "Gianluca Prestianni? Ketika kamu menutupi mulutmu dengan kaus untuk mengatakan sesuatu, jelas itu untuk mengatakan sesuatu yang sangat buruk. Dia mengucapkan kata yang seharusnya tidak pernah digunakan. Tidak mungkin tidak ada kamera yang menangkapnya. Itu memalukan, apa yang dia katakan. Itu benar-benar, sangat buruk," ujarnya dikutip dari unggahan Instagram @madridxtra.
Sementara itu, penyerang Madrid, Kylian Mbappe, turut angkat bicara dengan nada tegas. Ia menyebut pemain bernomor punggung 25 Benfica menggunakan kata-kata yang sangat tidak pantas. "Setelah gol Vini dan selebrasinya, nomor 25 Benfica, saya tidak akan menyebut namanya karena dia tidak layak membuat saya menyebut namanya, mulai menggunakan kata-kata yang tidak dapat diterima. Dia memanggil Vini 'm*nyet', sebanyak 5 kali," ucapnya dikutip dari unggahan Instagram @madridxtra. Mbappe bahkan menilai sang pemain sudah tidak layak bermain di level kompetisi tertinggi Eropa.
Vinicius Junior akhirnya buka suara atas kejadian rasis yang diterimanya melalui unggahan cerita pada Instagram pribadinya. “Rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka perlu memasukkan kaus mereka ke dalam mulut untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka. Namun mereka dilindungi oleh orang lain yang secara teori memiliki kewajiban untuk menghukum mereka," katanya. Ia juga mengungkapkan kebingunganya mendapat kartu kuning setelah melakukan selebrasi atas gol yang dicetaknya.
Ia turut mengkritisi penerapan protokol anti-rasisme yang dinilai tidak berjalan efektif dan cenderung tidak memberikan dampak nyata, terutama dalam hal pemberian sanksi kepada pelaku. Sorotan publik pun mengarah kepada UEFA yang didesak segera mengambil tindakan nyata atas insiden tersebut.
Namun, proses identifikasi pelaku diperkirakan tidak mudah karena Gianluca Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan kaus saat kejadian berlangsung. Kini perhatian dunia sepak bola tertuju pada langkah konkret UEFA dalam menangani kasus rasisme yang kembali mencoreng kompetisi tertinggi di Eropa.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....