SD Kristen Manahan dan MIN 9 Sragen Juara MLSC Solo Seri 2 2026
- 15 Feb 2026 18:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Gelaran final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 2025-2026 di Lapangan Kota Barat, Minggu 15 Februari 2026, menjadi saksi ketangguhan SD Kristen Manahan Surakarta dan MIN 9 Sragen. SD Kristen Manahan sukses mempertahankan mahkota juara kategori KU 12 usai melibas MIN 9 Sragen dengan skor 7-2, sementara di kategori KU 10, MIN 9 Sragen tampil sebagai kampiun setelah membungkam SDN 02 Malangjiwan 3-0.
Keberhasilan SD Kristen Manahan tidak lepas dari kedisiplinan para pemain dalam menjaga kekompakan tim baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Sang juru taktik menegaskan faktor mental dan kepercayaan diri antar pemain menjadi kunci utama timnya mampu mendominasi partai puncak yang berlangsung di bawah terik matahari tersebut.
“Kami memiliki kunci tampil konsisten yakni latihan dan selalu kompak ditambah dukungan dari sekolah serta orang tua. Kami juga mempertahankan chemistry yang telah terbangun baik selama pertandingan. Yang jelas kebersamaan di dalam dan di luar lapangan selalu saya tegaskan ke anak-anak untuk selalu bareng-barang dan saling percaya satu sama lain,” ujar Pelatih SD Kristen Manahan Surakarta, Kurniawan Ardiyanto.
Di sisi lain, kebahagiaan luar biasa dirasakan oleh Salsabilla Mustika Prasetyo, penggawa andalan MIN 9 Sragen. Tidak hanya membawa timnya meraih juara KU 10, ia juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak dengan raihan fantastis 46 gol sepanjang turnamen. Salsabilla mengaku kedisiplinan dalam berlatih menjadi modal utamanya tampil tanpa beban.
“Sudah tiga kali ikut MLSC, namun kali ini aku tampil lebih percaya diri untuk bertanding karena rajin latihan. Saat final tadi aku yakin bisa bikin gol karena aku fokus dan bermain lepas. Karena bermain sepak bola itu sangat menyenangkan,” ucap Salsabilla.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengapresiasi tinggi sistem pembinaan di Solo yang dinilai mulai menunjukkan hasil signifikan. Pria yang mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A dari Jerman ini melihat adanya peningkatan teknik individu pada para siswi yang ikut serta dalam program latihan tambahan atau Extra Training.
“Kita bersyukur sepak bola putri Indonesia sekarang memiliki sistem yang baik karena kita benar-benar memulai dari tingkat grassroot. Bukan hanya teridentifikasi, namun talenta-talenta yang ada bisa dikembangkan lewat turnamen seperti ini ditambah dengan berlatih di SSB. Terlihat perkembangan para putri yang masuk dalam Extra Training berkembang pesat,” kata Coach Timo.
Di sisi lain, Ketua Askot PSSI Kota Surakarta, Arya Sunendar, menambahkan tumbuhnya ekosistem sepak bola putri di Kota Bengawan adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh pihak. Ia berharap fasilitas penunjang di Solo yang sangat memadai dapat terus melahirkan bibit-bibit pemain nasional yang mampu mengembalikan era kejayaan timnas putri.
“Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang terus konsisten. Memang benar, jika ekosistem yang dibangun dengan baik maka akan menuai hasil yang baik juga. Tentunya dengan fasilitas penunjang yang ada di Kota Solo, saya berharap akan lahir pemain sepak bola wanita yang baik dari Solo,” kata Arya Sunendar.
Menutup rangkaian kompetisi, Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Wiguna, menyambut gembira respons positif masyarakat Solo terhadap penyelenggaraan MLSC musim ini. Ia menekankan bahwa turnamen ini merupakan wadah berjenjang untuk menghasilkan talenta mumpuni secara berkesinambungan.
“Terima kasih Kota Solo yang selalu antusias. Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan jadwal akademik, namun kualitas permainan yang tersaji meningkat. Dukungan juga mengalir deras dari para orang tua. Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” ujar Chandra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....