Viral Aksi Represif Aparat Sukoharjo, Ketum Pagar Nusa Lapor ke Polda Jateng
- 20 Sep 2024 19:46 WIB
- Surakarta
KBRN, Sukoharjo : Viral video aksi represif sejumlah oknum kepolisian dari Polres Sukoharjo pada anggota Pagar Nusa, yang beredar di sejumlah media sosial, mendapat perhatian serius dari Pimpinan Pusat Pagar Nusa.
Dalam video tersebut aparat kepolisian mengejar pengendara motor dan memukuli, juga menyemprotkan gas air mata.
Peristiwa tersebut terjadi pada anggota Pagar Nusa Sukoharjo yang hendak melakukan pembaiatan dan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Padepokan Pagar Nusa desa Jagan Bendosari Sukoharjo, pada Sabtu-Minggu (7-8/9/2024).
PP Pagar Nusa menyatakan sikap akan melaporkan kasus tersebut pada aparat hukum, mengawal dan meminta pertanggungjawaban secara hukum, meskipun pelakunya adalah aparat juga.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabil Haroen (Gus Nabil), yang mengatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Ada beberapa hal yang membuat kami melanjutkan peristiwa ini ke jalur hukum, yakni aksi represif aparat kepolisian yang menurut kami berlebihan, dugaan adanya SOP yang dilanggar dan memberikan efek buruk pada perkembangan perguruan silat di Indonesia," ungkap Gus Nabil pada wartawan ditemui di Kantor PCNU Sukoharjo, Rabu (18/9/2024).
Dijelaskan Gus Nabil peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/9/2024) hingga Minggu (8/9/2024) subuh. Saat itu ada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembaiatan 375 anggota baru Perguruan Silat Pagar Nusa, di Padepokan Pagar Nusa di desa Jagan, kecamatan Bendosari Sukoharjo.
"Saya hadir dalam acara tersebut, sekitar pukul 7 hingga 11 malam saya hadir dan terpantau aman. Lalu pada malam hingga diri hari saya mendapatkan informasi ada peristiwa tersebut melalui video," Kata Gus Nabil.
Ditambahkan Ketua PC Pagar Nusa Sukoharjo, Edy Rusmidi, aksi represif aparat terjadi sebelum mulai acara di sekitar lokasi acara. Aparat membubarkan massa anggota Pagar Nusa, bahkan mengejar anggota dan melakukan pemukulan.
"Dari bukti video warga Pagar Nusa di kejar, dipukul dan diberi tembakan gas air mata. Bahkan ada juga yang diberi senjata kejut listrik. Ironisnya mereka dikejar sampai masuk rumah warga," kata Edy Rusmidy.
Edy menginventaris sedikitnya ada 9 anggota Pagar Nusa yang mengalami luka, dari video juga nampak ada warga biasa yang menjadi korban.
"Kami serius akan menyelesaikan kasus ini secara hukum. Kami akan melaporkan ke Polda Jateng, kami sudah berkomunikasi sambil mengumpulkan barang bukti," imbuh Gus Nabil.
Sebagai Ketua PS Pagar Nusa dan pengurus IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), Gus Nabil mengaku prihatin dengan aksi aksi represif yang dilakukan aparat kepolisian dalam penanganan perguruan silat.
"Saya, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, bersama seluruh jajaran kepengurusan, berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan. Pagar Nusa tidak akan pernah diam dalam memperjuangkan kebenaran. Kami akan terus berdiri tegak, menjaga marwah organisasi, dan memastikan bahwa pencak silat terus dilestarikan sebagai warisan luhur bangsa." Tegas Gus Nabil. ( Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....