Aliansi BEM Solo Raya Unjuk Rasa di DPRD Solo, Ini Tuntutannya

  • 11 Jul 2024 22:41 WIB
  •  Surakarta
KBRN,Surakarta: Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau (BEM) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo, Kamis (11/7/2024). Aksi ini menyoroti program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan berbagai rancangan revisi undang-undang atau (RUU).

Dari pantauan rri.co.id di lokasi, para mahasiswa berdatangan dari arah barat Kantor DPRD Solo. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WIB.

Mereka membawa spanduk di antaranya bertuliskan ‘Indonesia Cemas’, 'Tolak tabungan pemerasan rakyat’, dan masih banyak lainnya.

Aksi damai yang berlangsung selama sekitar 2 jam itu sempat diwarnai adu mulut dengan petugas keamanan. Diawali saat massa hendak bergerak di Jalan Adi Sucipto.

Kemudian semakin memanas ketika petugas mengambil ban bekas yang mereka bawa di dalam mobil komando. Mahasiswa membakar MMT bekas yang ia bawa. Namun dengan sigap polisi memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan atau apar.

Tindakan polisi itu rupanya tak menghalangi para mahasiswa. Mereka kemudian membakar MMT yang lain.

Mahasiswa yang hadir dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta (IIM), Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Universitas Veteran Sukoharjo dan beberapa perguruan tinggi lain. Perwakilan mahasiswa itu menyampaikan orasi secara bergantian.

Seratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD kota Solo. Mulato RRI
Koordinator aksi Rozin Afianto dari Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta (IIM) mengatakan aksi ini dilatarbelakangi atas kekecewaan terhadap pemerintahan saat ini.

“Maka dari itu kami mengambil kritikan yang sangat besar, yakni Indonesia Cemas bukan lagi Indonesia Emas 2045,” kata Rozin kepada awak media.

Sekitar pukul 16.00 kemudian para mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Solo Taufiqurrahman dan beberapa anggota Dewan. Dengan duduk melingkar mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.

Menanggapi aspirasi para mahasiswa itu, Taufiqurrahman mengatakan pihaknya akan mengirimkan yang menjadi tuntutan para mahasiswa tersebut ke DPR RI.

"Kalau kita tetap akan kirimkan ke DPR RI. Ini kan masukan dari masyarakat, harapan kita ya DPR RI ini menindaklanjuti, harus diperhatikan oleh pansus, tidak boleh diabaikan," kata politisi partai Golkar itu.

Aksi mahasiswa berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membubarkan diri dengan tertib setelah aksi usai. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....