Tiga Perempuan Diduga PSK Diamankan Satpol-PP Solo
- 04 Jul 2024 18:53 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kota Solo melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) di Kota Bengawan. Dalam satu malam tim gabungan itu mengamankan tiga perempuan yang diduga PSK.
Kepala Satpol-PP Kota Solo Didik Anggono menyampaikan, pihaknya menurunkan petugas untuk melaksanakan patroli perihal ekploitasi seksual di kota Bengawan. Razia dilaksanakan pada Selasa (2/7/2024) malam.
"Ini giat penegakan Perda nomor 3 tahun 2006 tentang Penanggulangan Eksploitasi Seksual di Wilayah Kota Solo," ungkap Didik dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id Kamis (4/7/2024).
Giat ini melibatkan Tim gabungan, meliputi Satpol-PP, Denpom IV Surakarta dan Dinas Sosial Panti Wanodyatama.
Razia menyasar dua kawasan. Yakni kawasan Kelurahan Gilingan, belakang Terminal Tirtonadi. Sedangkan satu tim lagi di kawasan Kelurahan Kestalan.
"Kegiatan diawali dengan kumpul di Kantor Satpol PP dibagi menjadi dua tim tertutup yang bertugas mencari target PSK yang menjajakan diri. Dan tim terbuka yang bertugas menyergap target. Pelaksanaan di sekitar Terminal Tirtonadi dan kawasan RRI," lanjut Didik Anggono.
Terikat razia yang dilaksanakan tim gabungan mengamankan tiga perempuan yang diduga PSK. Ketiganya diamankan di kawasan Kelurahan Gilingan atau sekitar Terminal Tirtonadi.
"Tiga perempuan ini selanjutnya dibawa ke kantor Kelurahan Kestalan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Satpol-PP," ujar Didik.
Satu dari perempuan yang diamankan sempat berontak terhadap petugas. Akibat mengamuk perempuan tersebut menolak untuk menyampaikan identitasnya.
Namun dengan kesabaran petugas akhirnya mau menunjukkan identitasnya. Dia adalah IRW (30) warga Mantingan, Ngawi Jawa Timur.
Adapun dua perempuan lainnya yang diamankan yakni SS (42) warga Trucuk Klaten. Serta ADH (29) warga Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
"Ketiganya setelah didata selanjutnya dibawa ke panti Wanodyatama untuk dilakukan assessment dan tinggal sementara waktu untuk diberikan bekal keterampilan yang bisa menunjang perekonomian yang bersangkutan. Ke depannya tanpa harus menjalani profesi seperti saat ini," ujar Kasatpol PP.
Disampaikan Didik Anggono, operasi dan razia seperti akan terus dilakukan di kawasan-kawasan sekitar yang diduga banyak menjadi tempat PSK menjajakan diri. Pihaknya akan melibatkan tim tertutup untuk memantau keberadaan mereka. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....