Museum Radya Pustaka Gelar Pameran Mengusung Cerita Panji

  • 25 Jun 2024 22:03 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Museum Radya Pustaka, Solo, menggelar pameran imersifa mengusung tema "Sraddha". Pameran yang berlangsung sepekan mulai Selasa (26/6/2024) menampilkan koleksi yang berkenaan dengan kisah Panji.

Sraddha sendiri berasal dari singkatan nama 3 naskah Serat Panji. Yakni Panji Sekar, Panji Raras dan Panji Dhadhap. Ketiga naskah tersebut merupakan karya sastra pada masa pemerintahan Raja Keraton Surakarta Paku Buwana IV.

"Cerita Panji ini memang berasal dari Jawa Timur. Tapi sudah merambah hingga berbagai negara Asia Tenggara pada waktu itu, di samping Mahabarata dan Ramayana," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Aryo Widyandoko, seusai pembukaan pameran, Selasa (25/6/2024).

Ditetapkannya Cerita Panji sebagai Ingatan Kolektif Dunia oleh Unesco pada 2023, mendorong pengelola Museum Radya Pustaka menuangkan kisah rakyat itu dalam pameran imersifa.

“Waktu kecil pun kita sering mendengar dongeng tentang variasi dari Cerita Panji dari orang tua kita. Seperti Ande-ande Lumut dan Keong Mas,” ujarnya.

Sraddha dalam Bahasa Jawa Kawi memiliki arti kesetiaan, rela berkorban dan loyalitas. Dalam hal ini kisah-kisah Panji menggambarkan tentang arti sraddha tersebut.

Pameran dalam bentuk imersifa, yang menggunakan teknologi informasi dalam sebuah ruangan. Dimana seluruh dinding dan lantai diproyeksikan gambar gerak dan suara sehingga para pengunjung pameran dapat merasakan pengalaman yang menarik saat melihat pameran ini.

“Kami kenalkan Cerita Panji dengan lebih modern dan familiar untuk generasi sekarang. Karena museum itu diam dan bisu, yang bercerita itu kita. Maka harus kita update ceritanya seperti perkembangan sekarang," kata Aryo.

Beberapa pengunjung mengamati tokoh wayang dalam serat panji dan juga serat Panji yang dipamerkan di Museum Radyapustaka Solo. Mulato RRI

Sedangkan Kepala UPT Museum Disbudpar Solo, Bonita Rintyowati, menambahkan jika pameran Sraddha 2024 akan menampilkan topeng, tarian dan serat yang berkaitan dengan Cerita Panji.

Kata Sraddha merupakan akronim dari tiga karakter dalam Cerita Panji yakni Sekar, Raras dan Dhadhap. Adapun kisah tersebut memiliki dua tokoh utama, yaitu Raden Inu Kertapati sebagai putera mahkota Kerajaan Jenggala serta putri Kerajaan Kediri, Galuh Candrakirana.

“Selama pameran kami memamerkan topeng, patung, wayang beber, wayang gedhog dan serat hasil digitalisasi koleksi Radya Pustaka. Besok akan dilaksanakan workshop membuat wayang beber Cerita Panji untuk siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa, kemudian akan ada juga pertunjukan topeng kentrung,” kata Bonita.

Ia menargetkan, tak kurang 500 pengunjung mendatangi lokasi pameran tersebut setiap hari. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk museum. Rp 10.000 untuk umum, Rp 7.500. "Untuk pelajar dan Rp 5.000 khusus pelajar asal Solo." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....