Kawasan Kumuh Muncul Kembali Usai Ditata Pemkot Solo

  • 07 Des 2023 09:18 WIB
  •  Surakarta
KBRN,Surakarta: Luasan kawasan kumuh di Kota Solo berkurang sekitar 83% dalam enam tahun terakhir, dari semula 359,55 hektare pada 2017 turun menjadi 61 hektare pada 2023. Namun sayang, Pemkot Solo mendapati munculnya kawasan kumuh baru setelah dilakukan penataan.

"Dari semula 359,55 hektare pada 2017, (kawasan kumuh) turun menjadi 61 hektare pada 2023," kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Solo Taufan Basuki Supardi, Rabu (6/12/2023).

Dia menjelaskan luasan kawasan kumuh di Kota Solo turun berkat kolaborasi antara pemerintah pusat melalui program Kotaku, Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkot Solo, dan perusahaan melalui tanggung jawab sosial perusahaan/CSR.

Namun sayang Disperum mendapati kawasan kumuh muncul lagi setelah dilakukan penataan akibat perilaku masyarakat. Taufan mengatakan belum melakukan peninjauan secara lengkap namun sejumlah wilayah terindikasi menjadi kumuh kembali setelah dilakukan program penataan kawasan.

"Ya di sekitar Kali Pepe, di dekat Pasar Legi Solo. Ada sejumlah gerobak di wilayah tersebut. Itu kan dulu sudah ditata," kata Taufan.

Taufan menjelaskan warga yang mendapatkan program penataan kumuh memiliki peran sentral supaya tidak muncul kawasan kumuh kembali. Salah satu KPP yang memanfaatkan kawasan untuk kegiatan ekonomi namun tidak menimbulkan kawasan kumuh di RW 001 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

“Kami ini tak hanya menjalankan fungsi penanganan namun pasca penanganan kawasan kumuh dengan membentuk kelompok pemanfaatan dan pemeliharaan (KPP) yang terdiri dari warga setempat,” kata dia.

Pemkot Solo kata Taufan, telah menyelesaikan penataan di kawasan sentra tahu di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, tahun ini. Sedangkan penataan di kawasan Tinalan, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, progresnya sekitar 90%.

“Yang masih menjadi PR 61 hektare tersebar di delapan kawasan di 18 kelurahan,” ujar dia.

Menurut dia, pemerintah menyasar penataan di Losari, Demangan, Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, pada 2024. Pemerintah akan membangun 136 unit rumah serta Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU). Bank Mandiri akan membantu sekitar 20 hunian.

“Sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), kami melihat kemampuan kesiapan non teknis, kemampuan anggaran, pada 2026 akhir ditargetkan PR kami menjadi 0,67% dari luasan Kota Solo,” ucapnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....