Kolaborasi RRI dan SMK 8 Perkuat Regenerasi Seni Pedalangan

  • 06 Okt 2026 19:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kolaborasi dunia pendidikan dan media menjadi salah satu cara memperluas pengalaman belajar sekaligus mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Pembelajaran Berbasis Projek Kolaborasi RRI dan SMK Negeri 8 Surakarta Tahun 2026. Kegiatan ini menampilkan hasil karya siswa Program Keahlian Pedalangan melalui pertunjukan Wayang Sandosa. Pertunjukan dikemas dengan pendekatan seni pedalangan, broadcasting dan karawitan. Plt Kepala SMK Negeri 8 Surakarta, Sri Ekowati, mengatakan kolaborasi tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus membuka ruang untuk mengemas wayang agar lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

"Kolaborasi antara berbagai pihak bisa mewujudkan suatu pertunjukan yang luar biasa. Tidak hanya seni pedalangan, tetapi seni broadcasting dan karawitan juga ikut terlibat, “ ujar Sri Ekowati kepada RRI, Selasa 6 Oktober 2026.

Sri Ekowati menjelaskan, wayang Sandosa menggunakan bahasa Indonesia sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami generasi muda. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali seni pedalangan kepada generasi Z yang semakin jarang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya sekolah tetap memberikan pembelajaran pedalangan secara konvensional sebagai dasar keterampilan siswa. Sementara wayang Sandosa dikembangkan untuk kegiatan dan pertunjukan tertentu. Sri Ekowati menilai inovasi penyajian menjadi penting dalam proses regenerasi pedalangan. Sebab, pertunjukan dengan pendekatan baru dinilai lebih mampu menarik perhatian anak muda.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tujuh Jawa Tengah, Agung Wijayanto, menilai kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pendidikan akan semakin kuat melalui kolaborasi. Menurut Agung, keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari produk akhir, tetapi juga dari proses siswa mendapatkan pengalaman nyata. Kolaborasi dengan RRI juga membuat hasil karya siswa dapat disebarluaskan melalui media dan YouTube sehingga manfaatnya menjangkau masyarakat lebih luas.

"Pendidikan itu sejatinya akan hebat kalau melakukan kolaborasi. Kolaborasi ini mudah-mudahan menjadi pemantik untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih masif dan lebih banyak, “ ujar Agung Wijayanto.

Kepala RRI Surakarta, Iwan Martono, mengatakan RRI memiliki tugas memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat sekaligus turut melestarikan budaya.

Karena itu, RRI terus membuka kolaborasi dengan sekolah, kampus, komunitas dan pelaku seni untuk menghadirkan pertunjukan budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Jadi kami sudah MOU dengan beberapa sekolah seperti SMKN 8, SMKN 4 juga termasuk dengan ISI yang kesenian. Jadi pergelaran yang kami laksanakan di tiap minggu kedua dan minggu keempat kita berkolaborasi pemain-pemainnya tidak hanya tim kesenian dari RRI tetapi tim kesenian dari ISI, tim kesenian dari SMK SMK SMKN 8 dan juga pelaku-pelaku seni lainnya, “ujar Iwan Santoso di kesempatan yang sama .

Dalam kegiatan ini, pagelaran wayang dikemas secara digital dan menggunakan bahasa Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai mampu menarik perhatian pelajar yang menyaksikan pertunjukan.

Iwan menambahkan, kolaborasi seni juga akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan budaya RRI Surakarta, termasuk melibatkan siswa SMK Negeri 8 Surakarta dan pelaku seni lainnya. ( Lidia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....