Konsumsi Beras Wonogiri Turun, Diversifikasi Pangan Terus Didorong
- 30 Sep 2026 09:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai makanan pokok. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan konsumsi beras masyarakat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wonogiri, Tiningsih, S.P, M.Si, mengatakan konsumsi beras aktual pada 2025 tercatat 86,2 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut turun 4,5 kilogram dibandingkan 2024 yang mencapai 90,7 kilogram per kapita per tahun.
Menurutnya, penurunan konsumsi beras tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya keberagaman konsumsi pangan masyarakat. Hal itu terlihat dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang naik dari 93,8 pada 2024 menjadi 97,5 pada 2025.
“Hal ini menunjukkan bahwa ada keberagaman dalam konsumsi pangan dan komposisinya semakin baik atau berimbang,” ujarnya kepada RRI, Selasa 29 September 2026.
Tiningsih menjelaskan, Pemkab Wonogiri telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan sumber pangan lokal. Salah satunya melalui gerakan pemanfaatan lahan pekarangan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Masyarakat juga diberikan bantuan berupa benih atau bibit sayuran dan buah serta peralatan pengolahan pangan. Program tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi berbagai olahan yang lebih menarik dan digemari masyarakat.
Pemkab juga bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Wonogiri untuk mengembangkan lumbung hidup, warung hidup, dan apotik hidup di tengah masyarakat.
Meski demikian, Tiningsih mengakui progres diversifikasi pangan di Wonogiri belum terlalu signifikan. Menurutnya, diperlukan upaya lebih intensif, terutama dalam menyediakan pilihan makanan pokok selain beras.
“Progres diversifikasi pangan ini belum terlalu signifikan, namun sudah mengarah ke yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, perubahan pola konsumsi masyarakat membutuhkan proses karena beras masih menjadi pilihan utama sebagai makanan pokok. Karena itu, pengembangan pangan lokal perlu terus dilakukan agar masyarakat memiliki pilihan sumber karbohidrat lainnya. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....