Pemuda Juwiring Buktikan Bertani Bukan Hal yang Harus Disembunyikan

  • 30 Sep 2026 05:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sektor agrikultur Indonesia tengah menghadapi ancaman krisis demografi yang serius. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah petani secara nasional mengalami penyusutan drastis, turun dari 31,7 juta jiwa pada 2013 menjadi 29,3 juta jiwa. Krisis ini diperparah oleh fakta bahwa hampir separuh dari populasi petani tersebut telah memasuki usia senja, yakni berada di kisaran 43 hingga 58 tahun.

Lebih mengkhawatirkan lagi, data menunjukkan keengganan generasi muda untuk turun ke lahan. Tercatat, hanya 21,93 persen dari total petani di Indonesia saat ini yang masih tergolong dalam rentang usia produktif dan muda. Angka statistik ini memunculkan kekhawatiran besar terkait keberlanjutan estafet ketahanan pangan nasional ketika generasi petani tua mulai pensiun.

Merespons fenomena penyusutan tersebut, gerakan regenerasi mulai tumbuh dari akar rumput. Ruli, seorang pemuda dari Desa Juwiring, Klaten, memilih jalur yang tidak populer dengan memutuskan untuk terjun secara purna waktu ke dunia pertanian sejak tahun 2022.

Melalui publikasi video di akun Forestia Green pada 22 Agustus 2026, Ruli memberikan pandangan langsung dari area persawahan, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet agrikultur.

"Mungkin kami bukan siapa-siapa, bukan pemilik sawah hektaran ataupun punya teknologi pertanian paling canggih," katanya dalam video tersebut. Ruli mematahkan stigma yang sering menempel pada profesi ini, dengan menegaskan bahwa menjadi petani bukanlah sebuah pekerjaan yang patut disembunyikan.

Meski menyadari bahwa langkah individualnya belum tentu menjadi solusi instan bagi krisis regenerasi berskala nasional, Ruli menekankan pentingnya kehadiran anak muda di sektor hulu pangan. Baginya, setiap pemuda yang bersedia menanam dan mengolah tanah adalah wujud nyata dari perjuangan mempertahankan kedaulatan pangan Indonesia.

"Mungkin langkah ini bukan jadi solusi besar untuk regenerasi petani. Tetapi setiap anak muda yang memilih bertani adalah bukti bahwa kami hadir, kami menanam, kami berjuang dan kami bangga menjadi bagian dari petani Indonesia," ucap Ruli. Pernyataan ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif generasi muda lainnya untuk kembali melihat potensi dan kehormatan dalam profesi agrikultur. (Lutfan / Rifqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....