Bupati Boyolali Launching Gerakan ASN Sedekah Minyak Jelantah

  • 29 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 dan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Alun-alun Lor Kabupaten Boyolali tersebut diawali apel bersama dengan pembina Bupati Boyolali Agus Irawan. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agus Irawan juga meluncurkan Gerakan ASN Sedekah Minyak Jelantah yang ditandai dengan menuangkan minyak jelantah ke dalam galon bekas air mineral.

Gerakan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengajak ASN mengumpulkan sedikitnya 600 mililiter minyak jelantah rumah tangga. Minyak yang terkumpul selanjutnya dapat mendukung kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, dan ekonomi sirkular.

Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan, pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk mengelola sisa makanan dan minyak jelantah agar tidak dibuang sembarangan.

“Usahakan nanti dari tingkat keluarga dulu jangan sampai ada sisa makanan dan minyak jelantah. Ada program sedekah minyak jelantah, tujuannya adalah jangan sampai minyak bekas ini terbuang sia-sia, dan tentunya kalau dibuang sembarangan bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi lingkungan,” ujar Agus Irawan.

Selain peluncuran gerakan tersebut, Pemkab Boyolali juga menyerahkan sejumlah sarana pengelolaan sampah kepada masyarakat dan sekolah. Bantuan berupa Dropbox sampah spesifik diserahkan kepada Desa Kragilan dan Kecamatan Mojosongo, masing-masing satu unit.

Sarana tersebut digunakan untuk menampung sampah rumah tangga yang memerlukan penanganan khusus, seperti sampah elektronik kecil, bahan kimia dan kemasan beracun, baterai, serta lampu.

Pemkab Boyolali juga menyalurkan bantuan Losida atau lodong sisa dapur. Bantuan diberikan kepada Perum Bumi Singkil Permai II sebanyak 30 set, Dukuh Gumulan 70 set, Kampung Surodadi 40 set, dan Desa Mudal 150 set. Selain itu, bantuan Losida diberikan kepada SD Negeri Rejosari, SD Negeri 2 Kragilan, dan SMP Negeri 3 Mojosongo.

Sementara bantuan Jugangan Modern disalurkan kepada Perum Bumi Singkil Permai II sebanyak enam unit, Dukuh Gumulan 15 unit, Kampung Surodadi 14 unit, Desa Mudal 13 unit, dan Desa Butuh dua unit.

Jugangan Modern merupakan pengembangan metode jugangan untuk pengelolaan sampah organik yang lebih higienis, teratur, dan efisien. Metode tersebut memadukan kearifan lokal dengan inovasi sederhana untuk mengurangi potensi bau, penyakit, dan pencemaran lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Boyolali mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengurangan dan pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga, sekaligus memperkuat gerakan kebersihan lingkungan di Kabupaten Boyolali. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....