Kondisi Terminal Pilangsari Memprihatinkan, Pedagang Mengadu ke DPRD Sragen
- 22 Sep 2026 10:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN - Belasan warga yang tergabung dalam Paguyuban Terminal Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sragen, Senin 21 September 2026. Mereka mengadukan kondisi fasilitas Terminal Pilangsari yang dinilai sangat memprihatinkan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Kedatangan para pedagang dengan didampingi aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Sragen, Suparno, bersama pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Sragen.
Audiensi ini juga menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sosial (Dinsos), Bapperida, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan Setda Sragen, serta pengelola Terminal Pilangsari.
Ketua Paguyuban Terminal Pilangsari, Suparno, mengungkapkan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada landasan terminal yang banyak berlubang, hingga diibaratkan seperti lintasan pacuan kuda. Kondisi tersebut membuat armada bus enggan masuk ke area terminal, bahkan pernah memicu kerusakan fisik kendaraan.
"Sejak 2017, Terminal Pilangsari menjadi wewenang Pemprov Jateng dan sampai sekarang tidak ada perkembangan signifikan. Kondisinya tidak layak, bus yang lewat terdampak, bahkan ada as bus yang patah karena banyak lubang," kata Suparno dalam audiensi.
Ia menyadari bahwa kewenangan pengelolaan terminal tipe B tersebut berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Namun, pihak pedagang tetap meminta wakil rakyat di Sragen memperjuangkan nasib mereka.
Selain masalah landasan, Suparno menyoroti persoalan drainase yang tidak berfungsi saat hujan, debu pekat ketika musim kemarau, serta banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati. Kerusakan fasilitas ini berdampak langsung pada penurunan aktivitas perdagangan.
Ia menyebut, dari total 68 kios yang ada, kini tersisa sekitar 40 kios yang masih beroperasi. Bahkan, terdapat insiden tragis berupa pedagang yang meninggal dunia akibat tertimpa tembok kios yang lapuk.
"Ada juga sekitar delapan warga yang menjadikan kios sebagai tempat tinggal karena tidak memiliki rumah. Kami berharap ada bantuan agar toko-toko kelontong di sana bisa kembali hidup dan berjualan," ujarnya menambahkan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Terminal Pilangsari, Ritadi, membenarkan bahwa perbaikan fasilitas terminal terkendala penganggaran. Pihaknya mencatat perbaikan terakhir dilakukan secara bertahap pada 2019 dan 2021 untuk area kantor, selter, dan sebagian landasan.
"Kondisi sekarang landasan kembali rusak, drainase rusak, dan banyak kios perlu direnovasi. Kami sudah mengusulkan perbaikan, tetapi anggarannya memang harus mengantre prioritas karena banyak terminal tipe B di Jateng yang kondisinya serupa," jelas Ritadi.
Pihak DPRD Sragen menyatakan telah menampung seluruh aspirasi dan aduan dari para pedagang. Selanjutnya, DPRD meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen untuk segera berkoordinasi dan meneruskan laporan serta usulan perbaikan tersebut kepada Pemprov Jawa Tengah. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....