BRIN Terjun ke Perajin Alkohol di Polokarto, Cari Solusi Penanganan Limbah

  • 16 Sep 2026 21:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispenaker) Pemkab Sukoharjo menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BRINDA untuk melakukan pemantauan terhadap industri kecil dan menengah (IKM) alkohol di Kecamatan Polokarto.

Pemantauan tersebut dilakukan setelah Dispenaker menerima keluhan dari para perajin terkait kendala dalam penanganan dan pembuangan limbah hasil produksi alkohol.

Kepala Bidang Perindustrian Dispenaker Pemkab Sukoharjo, Marjono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk membantu para pelaku industri alkohol dalam mencari solusi atas persoalan yang selama ini mereka hadapi.

“Upaya tersebut juga sejalan dengan program Pemkab Sukoharjo di bawah kepemimpinan Plt Bupati Eko Sapto Purnomo untuk mendorong IKM serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas,” ujar Marjono, Selasa 15 September 2026.

Dalam pemantauan kali ini, tim hanya mendatangi satu IKM alkohol yang berada di Kecamatan Polokarto.

“Perajin alkohol banyak sih di Polokarto, namun kami hanya fokus ke satu perajin saja,” kata dia.“

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Aris Mukimin, mengatakan kedatangan pihaknya merupakan tindak lanjut atas permintaan Dispenaker Sukoharjo.

“BRIN berupaya mempelajari persoalan yang dihadapi para perajin untuk kemudian mencari kemungkinan solusi berdasarkan kajian dan literatur yang ada,” ujarnya.

Selain persoalan limbah, Aris Mukimin menyebut masih terdapat sejumlah kendala yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk alkohol yang dihasilkan IKM di Sukoharjo.

“Salah satunya berkaitan dengan proses produksi untuk menghasilkan alkohol dengan kadar yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perajin alkohol, Agus Saringo, mengatakan persoalan limbah menjadi salah satu kendala yang paling sering dihadapi para perajin, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Selama ini, para perajin masih melakukan penanganan limbah secara sederhana, dimana limbah hasil produksi dimanfaatkan sebagai pupuk cair, khususnya untuk lahan yang dianggap membutuhkan,” ujar dia.

Pihaknya berharap pemkab Sukoharjo maupun pemerintah provinsi dapat membantu menciptakan atau menyediakan teknologi pengolahan limbah yang sesuai dengan kebutuhan para perajin.

"Harapannya ke depan pemerintah kabupaten atau provinsi untuk menciptakan teknologi untuk kita bisa memecahkan masalah limbah," pungkasnya. (Edwi)

google-preference
Kata Kunci / Tags
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....