PFI Bersama AJI dan PWI Surakarta Gelar Doa Bersama Jurnalis Hilang di Krakatau

  • 15 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Komunitas jurnalis di Kota Surakarta yang terdiri dari Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi doa bersama di area Plaza Balai Kota Surakarta pada Senin, 14 September 2026.

Bertajuk "Doa Bersama dan Menyalakan Lilin Harapan", aksi ini ditujukan untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak sepekan lalu.

Selain sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi keluarga korban hingga tim Basarnas yang tengah memperpanjang masa pencarian, aksi ini juga merespons berbagai komentar negatif di media sosial yang memojokkan kerja para jurnalis saat bencana.

Ketua PFI Surakarta, Yoma Times Suryadi, secara tegas menyanggah framing negatif yang menyebut para jurnalis nekat mendekati area bahaya tanpa perhitungan. Menurutnya, kehadiran jurnalis di lokasi bencana adalah bentuk tanggung jawab profesi sebagai mata publik dunia.

Rekan-rekan yang hilang merupakan jurnalis senior berpengalaman yang telah memperhitungkan risiko secara matang dan melakukan riset mendalam sebelum turun ke lapangan.

"Kami jelaskan, kami adalah jurnalis, perwakilan dari mata masyarakat dunia dalam sebuah peristiwa. Apa yang dilakukan rekan-rekan untuk mendekat adalah bagian dari tugas dan saya yakin diputuskan berdasarkan riset serta pertimbangan yang sangat matang. Mereka jurnalis senior yang sudah fasih dan sering keluar masuk lokasi bencana," kata Yoma Times Suryadi.

Yoma Times Suryadi berharap dengan perpanjangan masa pencarian oleh petugas, lima rekan jurnalis serta awak kapal bisa segera diketemukan dengan kondisi selamat.

"Semoga dalam perpanjangan waktu pencarian ini, lima rekan kita bersama tiga awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," katanya menambahkan.

Senada dengan PFI, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para insan pers tersebut. Dirinya menegaskan bahwa bahaya dan risiko tinggi memang tidak lepas dari kerja jurnalisme demi menyajikan informasi yang jujur dan edukatif kepada publik.

"Ini keprihatinan yang sangat mendalam bagi kita semua. Kerja jurnalis memang penuh risiko yang harus dihadapi, baik oleh wartawan foto, TV, cetak, online, maupun radio. Mereka adalah orang-orang terhormat dan kredibel yang memiliki semangat membara untuk memberikan karya jurnalistik yang luar biasa bagi masyarakat di tengah peristiwa bencana," ucap Sri Hartanto.

Sementara itu, Ketua AJI Surakarta, Ika Yuniati memilih mengesampingkan komentar negatif netizen terkait kerja jurnalis dalam peliputan bencana. Dirinya percaya semua penugasan peliputan sudah persiapan yang matang untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat.

Melalui aksi solidaritas di Balai Kota Surakarta ini, para jurnalis berharap proses operasi SAR yang digalang Basarnas dapat membuahkan hasil terbaik serta menghentikan stigmatisasi terhadap kerja-kerja jurnalistik di area krisis dan bencana. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....