Pemadaman Kebakaran TPA Putri Cempo Surakarta Blok B Sudah Mencapai 95 Persen

  • 14 Sep 2026 05:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, mencapai memasuki hari ke 11 pada Minggu, 13 September 2026, sudah 95 persen. Tim gabungan kini fokus melakukan penyisiran dan pendinginan sejumlah titik panas untuk mencegah munculnya api baru.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan, progres pemadaman di Blok B mencapai 95 persen. Sementara sebagian besar area Blok C dan Blok D1 telah berhasil dikendalikan.

Berdasarkan pemantauan drone termal pada Minggu pagi, suhu di lokasi mengalami penurunan. Namun, drone termal masih mendeteksi sejumlah titik bersuhu tinggi yang menjadi fokus penanganan.

Titik yang masih menjadi perhatian berada di lereng sebelah timur Blok B. Kondisi medan membuat sejumlah titik api di kawasan tersebut lebih sulit dijangkau petugas.

“Dari sekitar 5 persen area yang masih tersisa, memang masih ada beberapa titik asap dan titik api yang muncul dan terus dilakukan pengendalian oleh teman-teman di lapangan,” ujar Ari Dwi Daryatmo dalam konferensi pers Update Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo di Media Centre Putri Cempo, Minggu sore.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Muhammad Usman mengatakan, Damkar kini memfokuskan personel pada penyisiran dan pendinginan titik-titik yang masih panas.

Menurutnya, mobil suplai air tidak lagi diperlukan karena sumber air tersedia di sekitar TPA Putri Cempo. Damkar akan menempatkan dua unit mobil untuk mendukung proses pendinginan, masing-masing di pertigaan antara Zona B dan D serta di Zona C.

“Untuk pendinginan tidak banyak karena sumber air ada di sekitar Putri Cempo. Sehingga untuk mobil suplai saya kira sudah tidak dibutuhkan,” kata Muhammad Usman.

Sekitar dua pleton atau 60 personel masih dikerahkan di lokasi. Jumlah tersebut akan dikurangi secara bertahap menjadi sekitar satu pleton apabila kondisi kebakaran semakin normal.

Meski masa tanggap darurat berakhir, pengawasan tetap dilakukan. Damkar akan menempatkan personel di lokasi selama 24 jam dengan sistem dua shift selama sekitar tiga hingga lima hari. Setelah itu, patroli dilakukan setiap dua hingga tiga jam untuk memastikan kondisi api tetap dalam pantauan.

“Setelah itu nanti tetap kami lakukan patroli. Paling tidak setiap dua sampai tiga jam akan ada regu yang berpatroli di sini, sehingga kondisi api tetap dalam pantauan Dinas Pemadam Kebakaran,” katanya menambahkan.

Selama penanganan kebakaran, penggunaan air telah mendekati lima juta liter. Air diperoleh dari sejumlah sumber, di antaranya DLH, sumber air Damkar, PDAM hingga air sungai yang dimanfaatkan dengan membuat bendungan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....