Pengurus PWI Surakarta 2026-2031 Dilantik, Komitmen Jaga Marwah Profesi

  • 13 Sep 2026 08:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik di The Sunan Hotel, Solo, Sabtu (12/9/2026). Momentum pelantikan ini menandai estafet kepemimpinan sekaligus penegasan komitmen bersama untuk memerangi derasnya arus disinformasi dan hoaks di era digital.

Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, menekankan, PWI Surakarta memiliki kedekatan historis yang sangat kuat dengan perjalanan sejarah pers nasional. Kota Solo menjadi tempat bersejarah tempat para wartawan pejuang bersatu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Oleh karena itu, dengan keistimewaannya di Surakarta ini, PWI Surakarta harus konsisten menjadi ujung tombak dalam diskursus pers masa depan di tengah tantangan zaman," ujar Akhmad Munir.

Munir mengingatkan, tantangan pers hari ini adalah membuat masyarakat cerdas, adaptif, serta mampu memilah informasi yang terverifikasi kebenarannya di tengah gempuran fake news, disinformasi, dan deepfake.

Sementara itu, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menegaskan, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan marwah profesi wartawan di tengah disrupsi media.

"Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi," tegas Sri Hartanto.

Ia menjelaskan, cakupan wilayah kerja PWI Surakarta membentang luas meliputi Solo Raya, yang mencakup Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Klaten. Kondisi ini menuntut soliditas serta penguatan kompetensi anggota secara berkelanjutan.

PWI Surakarta berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan ekosistem media modern, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta menjadi rumah bersama yang inklusif bagi seluruh wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong insan pers untuk terus memperkuat penyajian informasi yang berkualitas dan kredibel bagi masyarakat.

"Wartawan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun ruang publik yang sehat, mencerdaskan masyarakat, mengawal transparansi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," kata Walikota.

Respati menambahkan, Pemerintah Kota Solo membuka ruang komunikasi dan kolaborasi seluas-luasnya dengan tetap menjunjung tinggi independensi pers. Kritik objektif berdasarkan data diakui menjadi masukan berharga untuk evaluasi pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....