Psikologi UMS Perkuat Pendampingan Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus

  • 09 Sep 2026 22:27 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kembali menghadirkan program parenting bagi keluarga peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Pawestri Karanganyar maupun orangtua siswa dari sekolah lainnya.

Kegiatan yang bertajuk “Parenting Sahabat Pawestri” itu mengangkat topik Family Futures Planning, sebuah pendekatan yang mendorong keluarga untuk mempersiapkan masa depan anak secara terencana, realistis, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Program tidak hanya berorientasi pada persoalan pengasuhan saat ini, tetapi juga mengajak orang tua melihat kebutuhan anak dalam perspektif jangka panjang, termasuk pendidikan, kemandirian, pengembangan potensi, relasi sosial, serta kesiapan anak menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Kegiatan menghadirkan MB. Sudinadji, S.Psi., M.Psi., sebagai narasumber. Materi Family Futures Planning dikembangkan untuk membantu orang tua mengubah cara pandang dari sekadar “apa yang harus dilakukan untuk anak saat ini?” menjadi “kehidupan seperti apa yang ingin kita bantu persiapkan untuk anak di masa depan?”.

“Pendekatan tersebut menjadi penting bagi keluarga anak berkebutuhan khusus karena masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh layanan pendidikan di sekolah, tetapi juga oleh kesiapan keluarga dalam mengenali potensi, membangun kemandirian, memperluas dukungan sosial, serta menyusun perencanaan kehidupan anak secara bertahap,” kata dia, Rabu 09 September 2026.

Melalui Family Futures Planning, keluarga didorong untuk mulai menyusun masa depan anak sejak dini dengan mempertimbangkan potensi, kebutuhan, aspirasi, dukungan lingkungan, dan peluang yang tersedia. Dengan demikian, perencanaan masa depan bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika anak akan lulus sekolah, melainkan sebuah proses yang dapat dimulai dan dikembangkan sejak sekarang.

Kegiatan Parenting Sahabat Pawestri (10/8/2026) diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan role model penyandang disabilitas dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif dan berorientasi pada masa depan.

Salah satu kekuatan kegiatan Parenting Sahabat Pawestri adalah keterlibatan Alya Sausan Rahmadina, S.Ds., sebagai role model. Alya merupakan penyandang tuli yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam waktu 3,5 tahun. Seorang fotografer, pantomimist, mahasiswa berprestasi, dan aktivis di berbagai kegiatan inklusif lokal dan nasional.

Kehadiran Alya memberikan pengalaman yang berbeda dari sekedar penyampaian materi secara teoritis. Orang tua mendapatkan gambaran nyata bahwa anak dengan disabilitas memiliki kemungkinan untuk berkembang, menempuh pendidikan tinggi, membangun kompetensi, dan mencapai kemandirian apabila memperoleh kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang tepat.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Psikologi UMS, Dr. Lisnawati Ruhaena, S.Psi., M.Si., Psikolog.

“Pengabdian kepada masyarakat perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Karena itu, program seperti Family Futures Planning menjadi penting karena memberikan perspektif baru bagi keluarga dalam mempersiapkan masa depan anak,” ujar Lisnawati.

Kepala SLB Pawestri, Fuji Harjanti, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan Parenting Sahabat Pawestri. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat yang diberikan kepada sekolah menjadi semakin bermakna ketika tema yang diangkat sesuai dengan kebutuhan aktual orang tua dan perkembangan anak.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini karena materinya sesuai dengan kebutuhan orang tua saat ini. Orang tua tidak hanya membutuhkan pendampingan untuk menghadapi kondisi anak sekarang, tetapi juga perlu dibantu untuk memikirkan dan mempersiapkan masa depan anak,” tuturnya.

Program Family Futures Planning dinilai memberikan perspektif yang berbeda karena mengajak orang tua tidak hanya memikirkan kebutuhan anak selama berada di sekolah, tetapi juga mulai mempersiapkan kehidupan anak setelah menyelesaikan pendidikan.

Bagi SLB Pawestri, keterlibatan perguruan tinggi melalui program yang up to date, kontekstual, dan aplikatif menjadi bentuk kolaborasi yang penting. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga pendampingan terhadap orang tua dan peserta didik berlangsung secara berkelanjutan.

Parenting Sahabat Pawestri pada akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan penyuluhan bagi orang tua. Program ini menjadi ruang untuk membangun harapan, perspektif, dan keberanian keluarga dalam membayangkan masa depan anak. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....