Wali Kota Surakarta Apresiasi Pengolahan Sampah di Sangkrah dan Semanggi

  • 08 Sep 2026 09:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, meninjau dua lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Sangkrah dan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon pada Minggu, 6 September 2026.

Tinjauan ini dilakukan untuk memantau pengolahan sampah dari hulu sebagai langkah konkret menekan volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo. Di kedua TPS3R tersebut, fokus pengolahan sampah organik dilakukan melalui pembudidayaan maggot serta pemuatan kompos.

Pengolahan sampah berbasis komunitas ini dinilai efektif memberikan nilai ekonomi langsung bagi warga setempat. Hal itu dikatakan langsung Wali Kota Surakarta, Respati Ardi saat ditemui setelah melakukan peninjauan terhadap dua lokasi pengolahan sampah.

"Jadi ini sedikit unik, lahannya mini tapi bisa punya nilai ekonomi yang luar biasa, 80 kilo per minggu. Satu RW, enam RT. Dan rata-rata penjualan 6.000 sampai 10.000 per kilonya," ujar Wali Kota Surakarta, Respati Ardi.

Respati juga menegaskan pentingnya gerakan pengolahan sampah di hulu agar tumpukan sampah tidak memicu potensi bencana seperti kebakaran di TPA. Guna mendukung pengolahan yang berkelanjutan serta memberdayakan warga setempat, Pemerintah Kota menyiapkan program khusus.

"Dan untuk masyarakat yang terdampak, rekan-rekan pemulung, kita akan ada program kelompok masyarakat pengolahan sampah dan hasilnya pasti bisa dinikmati dan bisa menggantikan pendapatan dari pemulung sampah sebelumnya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo, menjelaskan bahwa TPS3R di Sangkrah dan Semanggi menjadi percontohan pengolahan sampah terpadu. Fasilitas di TPS3R Sangkrah bahkan dirancang multifungsi agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kumpul masyarakat.

"Alhamdulillah, Sangkrah yang pertama dan dua Semanggi luar biasa sudah memulai lebih awal, tapi tentunya perlu ada penambahan-penambahan fasilitas. Seperti di Sangkrah nanti untuk tempat nongkrong, tempat kumpul masyarakat juga, multifungsi," ucap Ari Wibowo.

Untuk melengkapi sarana yang ada, nantinya pihak Kecamatan Pasar Kliwon juga akan menyalurkan bantuan alat pendukung pengolahan sampah organik ke setiap Kelurahan.

"Nanti yang kurang adalah baknya belum ada. Kita juga ada pengadaan di anggaran perubahan yakni alat pencacah sampah organik dan juga alat pembubur serta rumah maggot. Per-Kelurahan kita kasih nanti dari anggaran Kecamatan," tutur Ari. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....