Menyalakan Cahaya Peradaban, IMM Muhammad Abduh FAI UMS Gelar Masta 2026
- 07 Sep 2026 12:59 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ sukses menggelar Masa Ta'aruf (Masta) IMM pada Sabtu 05 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menyalakan Cahaya Peradaban: Membangun Kader Berintegritas, Berilmu dan Berdampak”.
Rizky Pangestu selaku Ketua Panitia mengatakan, Masta IMM menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal Muhammadiyah. Menurutnya, mahasiswa baru perlu dikenalkan dengan Muhammadiyah, karena pada 5 September mereka mulai memasuki lingkungan kampus Muhammadiyah.
“Masta IMM adalah gerbang awal untuk mahasiswa baru dapat mengenal Muhammadiyah. Mengapa mereka perlu dikenalkan Muhammadiyah? Karena tepat pada tanggal 5 September ini mahasiswa baru masuk ke dalam kampusnya Muhammadiyah, jadi perlu dibekali sedikit tentang persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya, Senin, 07 September 2026.
Ia menambahkan, Masta juga menjadi momentum untuk mengenalkan IMM sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, termasuk nilai, gerakan, dan dinamikanya. Selain itu, IMM diharapkan dapat menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa baru, baik secara akademis maupun organisasi.

Kesuksesan kegiatan tersebut turut didukung oleh kehadiran Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Dekan FAI UMS Dr. Mohammad Ali, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan Bidang I FAI UMS Ibu Alfiyatul Azizah, L.c., M.Ud., Wakil Dekan Bidang II FAI UMS Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Dekan Bidang III FAI UMS Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc., serta Ketua Umum PC IMM Sukoharjo Azhar Ardiansyah Al Aziz.
Rizky menjelaskan, tema yang diangkat dalam Masta IMM tahun ini menjadi pengingat bagi mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan aktivitas di ruang kelas.
“Tema kali ini diangkat guna mengingatkan kita menjadi mahasiswa bukan hanya harus pintar dan aktif di ruang kelas, tapi juga bagaimana ilmu yang kita punya bermanfaat untuk sesama, untuk lingkup yang lebih luas, karena pada akhirnya ilmu yang kita miliki akan lebih berarti ketika kita mampu merealisasikan dalam tindakan nyata,” ujar Rizky Pangestu.
Sementara itu, Ketua Umum IMM FAI UMS Handito Putro menekankan pentingnya keseimbangan antara jiwa kemanusiaan dan keilmuan.
“Seseorang jika tidak memiliki jiwa humanis maka ia akan menjadi apatis, kemanusiaan tanpa mempunyai kepintaran ia tidak memiliki landasan ilmu yang kuat,” ungkapnya.
Kegiatan Masta IMM FAI UMS 2026 tidak hanya berisi materi, tetapi juga diwarnai berbagai kegiatan seperti IMM Ceria, inagurasi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berorasi di depan peserta dan panitia, Focus Group Discussion (FGD), serta aktivitas kebersamaan lainnya. Berbagai kegiatan tersebut membuat suasana Masta semakin hidup dan jauh dari kesan kaku. Para peserta pun antusias mengikuti kegiatan sepanjang acara.

Salah satu peserta Masta IMM Muhammad Abduh, M Fahri Hafidz, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan dan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan kreativitas.
“Mengikuti kegiatan Masta hari memberikan saya banyak insight bukan hanya perihal datang, mencatat, lalu selesai. Lebih dari pada itu Kegiatan Masta IMM ini memberi ruang selebar-lebarnya terhadap kreativitas Mahasiswa. Mereka diharapkan mampu menemukan potensi yang ada dalam dirinya lewat pemaparan materi yang mudah dipahami dan terstruktur. Juga dari pendekatan pengetahuan lewat PMK yang super aktif dan interaktif,” ungkapnya.
Ia menuturkan, Masta IMM tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang kreativitas bagi mahasiswa baru serta pendekatan pengetahuan mengenai IMM melalui Pemandu Materi Kelas (PMK) yang aktif dan interaktif.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah dikonsep dengan baik sehingga pelaksanaannya di lapangan berjalan terarah.
“Dan aku melihat, kegiatan ini bukan hanya kegiatan seru-seruan saling mengenal satu sama lain, tapi lebih dari itu kegiatan ini mengakses ruang lebar untuk mahasiswa memiliki arah dan roadmap apa saja yang akan digapai selama di bangku perkuliahan dan mengenalkan ruang bertumbuh tidak hanya di kelas (organisasi IMM). Ini selaras dengan tujuan dan esensi kegiatan Masta IMM itu sendiri,” pungkasnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....