Kebakaran TPA Putri Cempo Meluas, 3,5 Hektare Tumpukan Sampah Terbakar

  • 08 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID , Surakarta - Kebakaran di TPA Putri Cempo Mojosongo, Surakarta, masih dalam proses pemadaman dan pendinginan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan, tim gabungan masih melakukan penanganan secara intensif di lokasi.

Menurut Ari, proses pemadaman diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Salah satu teknik yang disiapkan untuk mempercepat pemadaman adalah water flooding, yang dilakukan dengan dukungan berbagai pihak.

Dari hasil pemantauan menggunakan drone, luas tumpukan sampah yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga koma lima hektare. Area tersebut meliputi blok B, C, dan D dari total kawasan TPA Putri Cempo yang luasnya sekitar 17 hektare.

“ Itu luas area tumpukan sampah yang terbakar itu kita hitung sekitar 3,5 hektar . Meliputi blok B, blok C dan blok D. Dari total keseluruhan kawasan Puskesmas yang seluas sekitar 17 hektar. Muncul api di sekitar blok C, “ ujar Ari Dwi saat dialog interaktif di RRI Jumat 4 September 2026.

Ari menjelaskan, kondisi TPA yang sudah lama menampung sampah dalam jumlah besar menjadi salah satu tantangan penanganan. TPA Putri Cempo telah beroperasi sejak sekitar tahun 1985 hingga 1986 dan menerima rata-rata sekitar 300 ton sampah per hari. Kondisi tersebut membuat TPA mengalami kelebihan kapasitas sejak sekitar 2005 hingga 2010, hingga terbentuk gunungan sampah dengan ketinggian mencapai puluhan meter.

Tumpukan sampah tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar. Kondisi semakin diperberat dengan musim kemarau dan angin yang berubah-ubah sehingga dapat memicu penyebaran api.

Sementara itu, BPBD juga melakukan perlindungan terhadap warga yang terdampak asap. Sekitar 75 warga sebelumnya telah dievakuasi karena terdampak asap, dan sebagian telah kembali ke rumah. Hingga malam hari, sekitar 15 warga masih berada di kantor kelurahan.

BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar, TNI, Polri, relawan, serta berbagai pihak untuk mendukung pemadaman sekaligus mengantisipasi dampak asap ke wilayah permukiman.

Asap dari kebakaran TPA Putri Cempo tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Nur Hastuti, M.Kes., mengatakan, hasil pembakaran sampah dapat menghasilkan sejumlah gas yang berbahaya bagi kesehatan.

Paparan asap dapat menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari pusing, lemas, mual, gangguan konsentrasi, hingga iritasi mata dan tenggorokan. Warga juga dapat mengalami batuk dan sesak napas akibat menghirup asap pembakaran.

Menurut Nur Hastuti, petugas kesehatan telah menemukan warga dengan keluhan batuk, sesak napas, serta iritasi mata. Debu hasil pembakaran yang masuk ke mata juga dapat menimbulkan rasa perih dan seperti ada benda asing di mata.

“ Dan ini juga saat ini dari dampak asap asap kebakaran kami dari pelayanan kesehatan memang temukan warga yang dengan keluhan batuk, sesak nafas, kemudian pengorbanan yang sakit. kami temukan juga kemarin banyak yang teriritasi matanya, “ ujar Nur Hastuti

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap adalah anak-anak, terutama balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit asma dan penyakit paru kronis. Karena itu, kelompok rentan tersebut mendapatkan perhatian dan pemantauan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan.

Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan masker dan kacamata untuk warga terdampak. Untuk masyarakat, penggunaan masker kain maupun masker medis dapat membantu mengurangi paparan asap. Sementara petugas yang bekerja langsung di lokasi kebakaran membutuhkan perlindungan yang lebih tinggi, termasuk masker N95.

Nur Hastuti juga mengimbau warga untuk segera mencari tempat yang udaranya lebih bersih apabila kondisi asap semakin pekat dan mulai mengganggu kesehatan. Dinas Kesehatan telah menyediakan lokasi pengungsian di Kelurahan Mojosongo.

Warga juga diminta menutup rumah ketika asap masuk ke lingkungan, menggunakan masker, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperbanyak minum air putih. Jika mengalami keluhan kesehatan, warga diminta segera melapor kepada posko atau layanan kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....