Kebakaran di TPA Putri Cempo, Siswa SMPN 5 Kota Solo Pulang Lebih Awal
- 04 Sep 2026 13:53 WIB
- Surakarta
Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Putri Cempo memberikan dampak langsung pada proses Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 5 Surakarta, Kamis, 3 September 2026.
Para siswa di sekolah tersebut terpaksa dipulangkan lebih awal guna meminimalkan dampak buruk dari paparan asap bagi kesehatan mereka.
Sekolah menengah yang beralamat di Jalan Ring Road, kawasan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo ini memang memiliki lokasi yang sangat berdekatan dengan area TPA Putri Cempo.
Kondisi geografis ini membuat paparan asap dari lokasi kebakaran lebih cepat menyelimuti area lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan langkah pemulangan siswa lebih awal ini diambil semata-mata demi menjamin keselamatan dan kesehatan anak didik.
Meskipun demikian, kebijakan teknis pemulangan ini disesuaikan dengan radius tempat tinggal masing-masing siswa dari titik lokasi kebakaran.
"Siswa yang rumahnya jauh dari tempat kejadian dipulangkan. Tetapi bagi yang rumahnya dekat TPA, justru diminta standby di sekolah ditemani guru. Tujuannya agar mereka saat pulang nanti tidak terjebak asap di rumahnya atau mengganggu proses pemadaman. Selama di sekolah, kami drop dukungan air minum dan masker," ujar Dwi, Kamis, 3 September 2026.
Terkait kelanjutan aktivitas pembelajaran pada hari Jumat, 4 September 2026, Dinas Pendidikan menegaskan kegiatan di sekolah akan kembali berjalan normal seperti biasa.
Namun, pelaksanaan pembelajaran tetap dibarengi dengan pemantauan arah angin secara berkala di lapangan oleh pihak sekolah.
Sementara itu, untuk sekolah jenjang Sekolah Dasar yang juga berada di kawasan Mojosongo, sejauh ini dilaporkan masih dalam kondisi aman.
Paparan asap kebakaran belum memberikan dampak signifikan yang mengharuskan siswa jenjang dasar tersebut ikut dipulangkan lebih awal.
"Besok tetap masuk normal. Sekolah sudah mengimbau anak-anak agar memakai masker. Nanti Bapak dan Ibu guru yang akan mempertimbangkan situasinya. Kalau arah angin kembali membawa asap dan mengganggu kesehatan, ya akan dipulangkan lagi. Kita lihat perkembangan situasinya," kata Dwi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....