Respati Kejar PAD Rp1 Triliun, Bapenda Diminta “Sregep Nyambut Gawe”

  • 03 Sep 2026 19:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surakarta mampu mencapai Rp1 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Respati meminta jajaran Pemerintah Kota Surakarta, terutama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), bekerja lebih optimal menggali potensi pendapatan tanpa membebani masyarakat.

Respati menilai peningkatan PAD tidak harus ditempuh dengan menaikkan beban pajak maupun pungutan kepada masyarakat. Menurutnya, optimalisasi pendapatan dapat dilakukan dengan meningkatkan kinerja aparatur dan mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

“Sregep nyambut gawe. Bapendane sregep nyambut gawe, gotong royong, tidak membebani masyarakat,” ujar Respati, Rabu, 2 September 2026.

Ia menegaskan, semangat kerja dan gotong royong menjadi salah satu kunci untuk mengejar target PAD tersebut. Pemerintah Kota Surakarta diminta lebih aktif dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah yang tersedia.

“Tidak alih-alih menaikkan, tetapi lebih sregep nyambut gawe. Sudah, itu bisa tercapai nanti,” katanya.

Respati optimistis target PAD Rp1 triliun dapat dipertahankan sekaligus terus ditingkatkan melalui kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kondisi perekonomian daerah.

Target PAD Rp1 triliun juga tercermin dalam rancangan Perubahan APBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2026. Dalam Nota Penjelasan Wali Kota yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Surakarta, PAD direncanakan meningkat Rp7,15 miliar atau 0,72 persen menjadi sekitar Rp1,007 triliun.

Kenaikan tersebut menjadi bagian dari peningkatan pendapatan daerah dalam rancangan Perubahan APBD 2026. Secara keseluruhan, pendapatan daerah direncanakan naik Rp37,83 miliar atau 1,82 persen, dari sebelumnya Rp2,072 triliun menjadi Rp2,109 triliun.

Dalam rancangan tersebut, pajak daerah ditargetkan bertambah Rp2 miliar. Sementara lain-lain PAD yang sah meningkat Rp16,26 miliar, sedangkan retribusi daerah mengalami penyesuaian berupa pengurangan Rp11,11 miliar.

Respati mengatakan peningkatan pendapatan daerah akan menjadi salah satu bagian yang dibahas bersama DPRD Kota Surakarta dalam proses pembahasan Perubahan APBD 2026. Pemerintah Kota Surakarta selanjutnya akan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah untuk mendukung pembiayaan program dan pelayanan kepada masyarakat. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....