Datang ke Solo, DPP PSI Tegaskan Pernyataan Budi Arie Bukan Representasi Jokowi

  • 02 Sep 2026 16:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin 31 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas dinamika politik nasional terkini, termasuk klarifikasi atas pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang belakangan menyita perhatian publik.

Usai pertemuan, Bestari menegaskan bahwa narasi serta statement yang dilontarkan oleh Budi Arie sama sekali tidak mewakili atau menjadi representasi dari pandangan Joko Widodo.

"Perlu diketahui oleh masyarakat umum bahwa apa yang disampaikan oleh salah satunya Budi Arie itu sama sekali tidak ada representatif dari Pak Jokowi," ujar Bestari, Senin 31 Agustus 2026.

Bestari menilai, pernyataan bernada gonjang-ganjing politik yang beredar beberapa waktu terakhir berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, instruksi Joko Widodo kepada PSI hingga saat ini sudah sangat jelas, yakni mengawal kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka secara berkelanjutan.

Ia pun meminta semua pihak dan para simpatisan politik untuk menahan diri serta tidak memperkeruh suasana dengan potongan-potongan narasi yang menyesatkan publik.

"Bahwa sampai saat ini pun kami dari PSI ini instruksinya masih jelas, kawal Prabowo-Gibran bahkan sampai dua periode. Jadi bilamana ada hal yang berseberangan dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kepada kami, kami menganggap itu ya omongan liar atau kesalahan ngomong yang tidak pada tempatnya," ujarnya.

Sebelumnya Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, meminta maaf atas kehebohan ucapannya mengenai patahan sejarah dan insting 'lebih cepat dari 2029'. Budi Arie menegaskan ucapannya bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Salah satu poin menyatakan ucapannya mengenai potensi percepatan dari 2029 tak ada hubungannya dengan Jokowi, yang saat itu duduk di sebelahnya.

"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo," kata Budi Arie.

Adapun pernyataan Budi Arie yang menuai kontroversi beredar lewat video berdurasi 1 menit 47 detik. Video itu memuat suasana pertemuan di sebuah ruangan di mana Budi Arie duduk di sebelah Jokowi. Dalam video singkat tersebut, Budi Arie, yang mengenakan kemeja batik lengan panjang, menceritakan bisikannya kepada Jokowi.

Setelah berbicara soal instingnya, Budi Arie bertanya kepada forum bagaimana jika terjadi percepatan di saat mereka masih sibuk berbicara Pemilu 2029. Setelah video ini viral, Budi Arie, Rabu 26 Agustus 2026, menyampaikan permintaan maaf. Lewat keterangan video yang dibagikan kepada wartawan, Budi Arie memberikan tiga poin klarifikasi atas kontroversi pernyataannya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....