Gema Syiar Syekaten 2026 Bukukan Transaksi Rp10,3 Miliar, Kunjungan Capai 23.100 Ora
- 01 Sep 2026 12:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Gema Syiar Ekonomi Syariah dan Pesantren (Syekaten) 2026 mencatat total omzet UMKM mencapai Rp10,3 miliar sepanjang rangkaian Road to Syekaten hingga pameran yang berlangsung di Solo Square, 28-30 Agustus 2026. Selama tiga hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut juga dikunjungi sekitar 23.100 orang.
Dari total capaian tersebut, transaksi langsung selama pameran di Solo Square mencapai Rp520 juta. Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Berkarya, Halal Berdaya” itu menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi syariah di Soloraya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan Syekaten menjadi upaya untuk memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM syariah dalam mengenalkan dan mengembangkan produknya.
Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baru, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Secara besaran, Syekaten adalah langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memberikan ruang bagi pelaku-pelaku UMKM syariah agar bisa berkarya lebih baik lagi,” katanya, Minggu 30 Agustus 2026.
Dwiyanto menambahkan, produk-produk berbasis ekonomi syariah memiliki peluang pasar yang besar. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan pelaku usaha.
“Kalau kita bisa sama-sama berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dengan perguruan tinggi, dengan pondok pesantren, kita betul-betul garap ekonomi syariah ini dengan baik, insyaallah itu akan membantu pertumbuhan ekonomi baik di Soloraya maupun nasional,” ujarnya.
Selain menjadi ruang pamer produk UMKM, Syekaten juga menghadirkan berbagai program penguatan ekosistem halal. Di antaranya fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM serta sertifikasi Juru Sembelih Halal atau Juleha.
BI Solo juga mendorong pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan penguatan inovasi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai halal di Soloraya menjelang penerapan Wajib Halal Oktober 2026. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....