Radio Kambing, Bukti Insan Radio Mempertahankan Kemerdekaan
- 30 Agt 2026 18:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Di tengah Agresi Militer Belanda II pada 1948, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di medan perang. Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta ikut bergerilya dengan menyelamatkan pemancar agar informasi perjuangan Indonesia tetap terdengar oleh masyarakat.
Pemancar tersebut kemudian dikenal sebagai Radio Kambing setelah diungsikan ke Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Pemindahan dilakukan setelah pemancar RRI Surakarta di Delanggu, Klaten, menjadi sasaran serangan Belanda.
Peneliti Universitas Diponegoro, Dhanang Respati Puguh, dalam jurnal Indonesian Historical Studies Vol. 1 No. 2 tahun 2017, mencatat bahwa pada periode 1945-1949 pegawai RRI Surakarta berupaya menyelamatkan stasiun dan pemancar agar perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaan dapat disiarkan ke berbagai wilayah.
Puguh dalam penelitian berjudul “Radio Republik Indonesia Surakarta, 1945-1960s: Its Role in Efforts to Maintain Indonesian Independence and the Formation of National Culture” juga menunjukkan bahwa RRI Surakarta memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi penyiaran Republik pada masa dekolonisasi.
Perjalanan pemancar menuju Balong bukan perkara mudah. RRI mencatat sekitar sepuluh pejuang penyiaran membawa perangkat tersebut dari Solo, sementara perjalanan mereka menghadapi ancaman pasukan Belanda.
Setelah tiba di Balong, pemancar disembunyikan dan kegiatan siaran dilanjutkan dari lokasi yang berdekatan dengan kandang kambing. Suara kambing yang sesekali masuk ke dalam siaran kemudian membuat masyarakat menjulukinya Radio Kambing.
Komisi Penyiaran Indonesia menyebut siaran tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan kabar perjuangan dan mempertahankan semangat kemerdekaan ketika Belanda memburu pemancar radio Republik. Pemancar itu akhirnya selamat dan kini menjadi salah satu koleksi penting Monumen Pers Nasional Surakarta.
Kisah Radio Kambing memperlihatkan bahwa mempertahankan kemerdekaan juga dilakukan melalui suara dan informasi. Dari sebuah lokasi sederhana di Balong, RRI menunjukkan bahwa siaran dapat menjadi bagian penting dari perjuangan bangsa ketika pers dan komunikasi berada di bawah ancaman.
Jejak perjuangan tersebut kini tersimpan dalam bentuk pemancar yang menjadi pengingat sejarah penyiaran Indonesia. Radio Kambing bukan sekadar benda tua, melainkan simbol kegigihan para pejuang penyiaran menjaga suara Republik tetap mengudara. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....