Perhati-KL Gelar Workshop Auditory Verbal Therapy dan Switch On Implan Koklea

  • 26 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL) Solo dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan workshop Auditory Verbal Therapy (AVT) bagi komunitas Deaf Family Solo Raya (DFSR) di Rumah Sakit Dr.Oen Kandang Sapi pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Acara ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan orang tua dalam mengoptimalkan habilitasi pendengaran anak secara mandiri.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan, Dr. dr. Novi Primadewi, Sp.THTBKL, Subsp.NO(K), M.Kes, menjelaskan bahwa program berbasis komunitas ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Pendidikan Tinggi.

Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas orang tua DFSR agar mampu melakukan terapi wicara berbasis AVT untuk putra-putrinya secara berkelanjutan. Melalui workshop ini, orang tua dilatih memandu anak-anak pengguna alat bantu dengar maupun implan koklea agar dapat merespon suara yang didengar dan mengomunikasikannya kembali.

"Harapannya anak bisa lebih maju, bisa lebih berkomunikasi dengan baik dan mandiri ke depannya. Luaran dari program ini adalah mitra DFSR dapat menerapkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan keberdayaan serta pengetahuan mereka," ujar dr. Novi Primadewi.

Keterlibatan aktif orang tua, dikatakan dr. Novi Primadewi, sangat penting dalam proses habilitasi pendengaran. Sebab, pendampingan terhadap anak tidak hanya dilakukan ketika mengikuti terapi, tetapi juga perlu diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga.

Selain pelaksanaan workshop yang dihadiri sekitar 29 anak dan orang tua, acara ini juga dirangkaikan dengan momen peresmian (switch on) alat implan koklea milik salah satu anggota komunitas DFSR, Hamzah.

Bendahara Komunitas DFSR sekaligus ibu dari Hamzah, Suprihatiningsih, menyambut gembira pelaksanaan workshop sekaligus aktivasi alat pendengaran putranya setelah dua bulan menjalani operasi implan.

Dirinya menyebut kesempatan ini sebagai ikhtiar terbaik bagi anak dengan hambatan pendengaran agar dapat mendengar dan berkomunikasi secara maksimal mendekati orang normal.

"Hari ini adalah switch on untuk implan kokleanya Hamzah. Bagi kami orang tua dengan anak hambatan dengar, implan koklea ini seperti mimpi jadi nyata. Harapan saya Hamzah bisa mendengar dan berbicara lebih baik, serta teman-teman tunarungu lainnya di komunitas DFSR juga bisa menyusul mendapatkan kemudahan fasilitas implan," ucap Suprihatiningsih.

Dengan bantuan yang diberikan oleh para dokter serta komunitas, Suprihatiningsih merasa mendapatkan dukungan dan diperhatikan. Diharapkan peran keluarga juga terus aktif dalam mendukung anak dengan gangguan pendengaran, tidak hanya bergantung pada tenaga profesional saja. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....