PMI Solo Kirim Tim Tanggap Darurat Kesehatan Bagi Korban Gempa Nagekeo

  • 25 Agt 2026 12:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta kembali mengambil bagian dalam misi kemanusiaan di tanah air. Organisasi ini secara resmi memberangkatkan Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kesehatan menuju lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ketua Umum PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan pengiriman tim relawan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dalam menunjang kebutuhan medis para penyintas.

Keberangkatan armada kemanusiaan ini dieksekusi usai melakukan serangkaian koordinasi intensif bersama dengan pihak provinsi maupun pengurus pusat.

"Kami langsung berkoordinasi dengan provinsi dan PMI pusat, sambil menunggu surat, kami sudah diperintahkan untuk berangkat karena ini tugas mulia selain mencukupi kebutuhan darah," kata Sumartono, Senin, 24 Agustus 2026.

Formasi tim yang diberangkatkan via jalur udara tersebut mencakup satu orang dokter, dua perawat, satu apoteker, dan didampingi satu orang staf humas. Mereka ditugaskan untuk menyisir kawasan Nagekeo yang berdasarkan laporan sementara mencatatkan sedikitnya 5.000 jiwa warga terdampak.

"Jadi cukup banyak yang terdampak, sehingga kami berharap bisa menjadi klinik keliling. Kita bisa menjangkau para korban bencana saudara kita di desa-desa terpencil yang memang perlu pelayanan medis," ujarnya.


Guna mendukung kelancaran operasional medis di lapangan, para relawan turut membekali diri dengan logistik obat-obatan esensial seperti pereda Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga penyakit kulit. Kebutuhan operasional tambahan nantinya akan dibeli secara langsung di sekitar wilayah bencana lantaran akses pertokoan setempat belum sepenuhnya lumpuh.

Rencananya, tim medis asal Kota Bengawan ini akan mengabdikan diri di lokasi musibah selama kurun waktu 21 hari kalender. Durasi penugasan yang lebih panjang dari standar reguler tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor geografis serta komitmen untuk memastikan seluruh pengungsi tertangani secara optimal. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....