Karanganyar Bebas Poso, Dispertan PP Sarankan Petani Gunakan Benih Padi Inpari 49
- 24 Agt 2026 21:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar memastikan kondisi lahan pertanian di wilayah setempat masih relatif aman dari dampak kekeringan ekstrem. Kendati sudah memasuki musim kemarau, Pemkab Karanganyar mengonfirmasi belum ada laporan lahan pertanian warga yang mengalami gagal panen atau puso.
Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menjelaskan belum adanya dampak signifikan kekeringan ini merupakan buah dari langkah masif alokasi program pembuatan sumur dalam serta penyaluran bantuan 1.000 unit pompa air dari pemerintah pusat sepanjang tahun 2024 hingga 2025.
"Laporan kekeringannya kemarin belum banyak ya, yang signifikan juga belum banyak. Karena memang sejak kemarin kan kita sudah masif ya program sumur, program pompa. Tahun 24-25 itu ada 1.000 pompa sudah dibagikan di tingkat nasional, dan Kabupaten Karanganyar kan sudah dapat yang punya pompa," kata Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, Senin 24 Agustus 2026.
Guna mengantisipasi potensi penyusutan ketersediaan air pasokan irigasi hingga akhir kemarau, Feriana mengimbau para petani untuk menerapkan sistem budidaya hemat air. Salah satu langkah konkretnya adalah mengalihkan penggunaan benih padi ke varietas yang lebih tahan kekeringan, seperti varietas Inpari 49 untuk menggantikan Inpari 32.
"Makanya untuk mengantisipasi kekeringan ini, yang pertama kami menyampaikan kepada mas-mas petani untuk menanam dengan cara budidaya yang hemat air. Misalnya pilihlah benih padinya yang tahan kekeringan. Kalau biasanya Inpari 32, kemarin ada Inpari 49 itu juga lebih tahan air, benih-benih yang tahan air," ujar Feriana.
Selain pemilihan benih, Dispertan PP juga terus mensosialisasikan pola irigasi macak-macak atau pengairan secara berselang. Pola ini dinilai sangat efektif karena pengairan lahan disesuaikan dengan umur tanaman padi, tanpa harus menggenangi sawah secara terus-menerus.
Feriana menambahkan, sejauh ini temuan kendala air hanya terjadi di areal kecil di kawasan Karangpandan, yakni wilayah Bangsri. Di lokasi tersebut, petani terlanjur menanam padi namun kemudian terkendala pasokan air ketersediaan irigasi.
"Belum ada yang sampai puso. Kalau puso nanti kita kan ada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Kemarin kami sudah mendata itu baru sedikit di daerah Bangsri, Karangpandan. Itu baru sedikit, sudah terlanjur ditanam tapi terus kekeringan enggak ada air. Kemarin sudah didatangi dari kementerian juga, nanti kalau perlu ada penggantian benih atau bibit untuk mengulangi lagi nanti kita ganti, atau butuh pompa segera kita kirim," ucapnya.
Dispertan PP Karanganyar kini menyiagakan seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di 17 kecamatan untuk memantau intensif kondisi pertanaman warga. Petani diminta segera melapor jika muncul tanda-tanda ancaman kekeringan agar bantuan pompa maupun bantuan benih cadangan dapat langsung disalurkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....